Story cover for Monochrome by diphilleia
Monochrome
  • WpView
    LECTURAS 371
  • WpVote
    Votos 56
  • WpPart
    Partes 16
  • WpView
    LECTURAS 371
  • WpVote
    Votos 56
  • WpPart
    Partes 16
Continúa, Has publicado sep 17, 2018
Aku merindukan seseorang dari balik gorden bunga yg menatapku sebelum tidur. 

Aku memupuk harapan agar kelak bisa ku katakan bahwa ia adalah cinta pertama ku. 

Aku menulis nama nya dalam setiap lembar buku harian ku, karena aku ingin memanggil nya suatu hari nanti. 

Aku menanam bunga kesukaan nya di halaman rumah ku.

Aku memasuki sekolah yg sama dengan nya, berharap setiap hari bisa ku lihat dia dari balik jendela.

Andai ia tau betapa aku menyukai nya.

Jangan berpikir aku adalah seorang stalker atau sejenis nya, karena apa yg ku lakukan mungkin lebih terang2an daripada mereka.

Jika ia terluka aku akan menjadi obat nya.

Jika ia terjatuh, aku akan menjadi seseorang yg memegangi nya.

Jika ia menangis, aku akan menjadi sesuatu yg menyeka air mata nya, aku harap ia tak pernah menangis, karena terakhir ku lihat ia menangis aku kaku dan takbisa apa2.

Aku mungkin mudah di tebak, dari sekian banyak warna di dunia ini yg ku miliki hanya dua, hitam dan putih.

Karena dunia ku gelap, aku hanya memiliki dia yg menerangi dunia ku cahaya putih.

Karena memang hanya dia yg kubutuhkan dalam hidup ku.

Kim tae hyung
06-07-08
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Monochrome a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#88k-pop
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
I'm Not the Protagonist (Completed) de yooandmii
69 partes Concluida Contenido adulto
Dahyun sangat bersemangat membaca novel yang dia temukan di rumah kosong. Bukan hanya ceritanya yang seru, tapi karena nama dua karakter dalam novel tersebut. Im Jeongyeon dan Lee Dahyun. Namun dia tiba-tiba kehilangan minat setelah mengetahui bahwa dua karakter itu mati dengan mengenaskan di tangan protagonis. Dahyun menutup novel itu dan melihat ke arah Jeongyeon yang sedang sibuk dengan laptopnya. Dia tiba-tiba menjadi tertarik dan bertanya, "Hei, Jeong. Jika itu kau, bagaimana kau akan mengubah nasib tragismu?" Jeongyeon melirik Dahyun dan berkata, "Tidak pernah berhubungan dengan wanita itu." Dahyun tertawa terbahak-bahak, merasa bahwa ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan Jeongyeon. Dia melambaikan tangannya dan berkata, "Jika itu aku, aku akan langsung menemuinya untuk meminta maaf dan bersujud di kakinya. Jika cara ini masih tidak berhasil, aku hanya bisa makan dan menunggu untuk mati." Jeongyeon tertawa dan kepalanya yang tegang mulai mengendur, "Kau benar-benar konyol. Mana mungkin kita bisa masuk ke dalam novel dan berpakaian seperti umpan meriam. Itu hanya omong kosong." Itulah hal terakhir yang di dengar Dahyun dari mulut Jeongyeon sebelum dia pergi ke kamar untuk beristirahat. Namun siapa sangka, begitu dia membuka matanya, Jeongyeon menemukan dirinya berada di tempat asing. Bahkan dia terbangun dengan posisi sedang membungkuk di atas seorang wanita, meraih sepasang pergelangan tangan ramping dengan tangan kanannya dan menarik tali jubah mandi dengan tangan kirinya. "Im Jeongyeon!! Tiba-tiba suara dingin terdengar di telinganya. Jeongyeon mengangkat kepalanya dan menemukan mata rubah yang dingin dan tajam. Wanita itu menatap dengan marah. "......" "Ayo kita bercerai!" Sial! Apa dia benar-benar masuk ke dalam novel?!
AIRIS de _Innursal21
14 partes Concluida
Jangan pernah takut kehilangan orang yang kita cinta. Karena sejatinya, seseorang akan bersama dengan orang yang di cintainya. Sebesar apapun halangan nya, seberat apapun rintangan nya. Kalo memang takdirnya bersama maka tidak akan berpisah. "Kakak jahat, mana janji kakak untuk selalu ada buat aku? MANA?" Gadis itu berteriak sangat histeris seakan dia mengeluarkan rasa sakit, marah, kecewa pada seseorang yang berada di hadapannya. Dengan suara yang sangat lirih lelaki itupun berkata"Maafin gw, gw udah ingkari janji untuk selalu ada buat lo, maafin gw" "Aku benci, AKU BENCI SAMA KAKAK! " Gadis itu makin berontak seakan-akan rasa sakit yang sudah ia pendam membludak "Maafin gw, lo boleh benci sama gw benci sebenci bencinya, maafin gw yang hanya bisa menanamkan luka di hati lo, maafin gw yang udah maksa lo nerima gw di kehidupan lo" Lelaki itupun menarik tangan gadis yang sedang berada di hadapannya itu dan langsung memasukan tubuh gadis ringkih itu pada dekapannya Dengan suara yang semakin melemah gadis itu hanya bisa mengulangi kata kata kebenciannya itu "Aku benci sama kakak... Hiks" Gadis itupun kehilangan kesadarannya .... Haiiiii, makasihh yang udah mau ngeluangin waktu rehat nya temen-temen buat baca cerita ini. Sebelum mulai baca ceritanya, alangkah indah nya follow duluu akun mimin inii dongs✨✨ ⬇⬇ Nah kalo udah di follow kan enak baca nya🤍 Jangan menyimpulkan isi cerita dari deskripsi yaa soalnya bakal beda nich xixixixii Sedikit info deh, Author cinta Visual Korea xixixii tujuannya biar feel nya ngena ajaa Salam cinta dari Author Love you muach🥰
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
I'm Not the Protagonist (Completed) cover
CHANGE | JJK cover
Love Wins All  cover
Complete (END)  cover
[END] Love Yourself : The Secret Of Life cover
AIRIS cover
Half Of Me [VSOO] cover
June | PJM cover
ᴅᴀs: ʙᴜᴛᴛᴇʀғʟʏ ᴇғғᴇᴄᴛ ✓ cover

I'm Not the Protagonist (Completed)

69 partes Concluida Contenido adulto

Dahyun sangat bersemangat membaca novel yang dia temukan di rumah kosong. Bukan hanya ceritanya yang seru, tapi karena nama dua karakter dalam novel tersebut. Im Jeongyeon dan Lee Dahyun. Namun dia tiba-tiba kehilangan minat setelah mengetahui bahwa dua karakter itu mati dengan mengenaskan di tangan protagonis. Dahyun menutup novel itu dan melihat ke arah Jeongyeon yang sedang sibuk dengan laptopnya. Dia tiba-tiba menjadi tertarik dan bertanya, "Hei, Jeong. Jika itu kau, bagaimana kau akan mengubah nasib tragismu?" Jeongyeon melirik Dahyun dan berkata, "Tidak pernah berhubungan dengan wanita itu." Dahyun tertawa terbahak-bahak, merasa bahwa ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan Jeongyeon. Dia melambaikan tangannya dan berkata, "Jika itu aku, aku akan langsung menemuinya untuk meminta maaf dan bersujud di kakinya. Jika cara ini masih tidak berhasil, aku hanya bisa makan dan menunggu untuk mati." Jeongyeon tertawa dan kepalanya yang tegang mulai mengendur, "Kau benar-benar konyol. Mana mungkin kita bisa masuk ke dalam novel dan berpakaian seperti umpan meriam. Itu hanya omong kosong." Itulah hal terakhir yang di dengar Dahyun dari mulut Jeongyeon sebelum dia pergi ke kamar untuk beristirahat. Namun siapa sangka, begitu dia membuka matanya, Jeongyeon menemukan dirinya berada di tempat asing. Bahkan dia terbangun dengan posisi sedang membungkuk di atas seorang wanita, meraih sepasang pergelangan tangan ramping dengan tangan kanannya dan menarik tali jubah mandi dengan tangan kirinya. "Im Jeongyeon!! Tiba-tiba suara dingin terdengar di telinganya. Jeongyeon mengangkat kepalanya dan menemukan mata rubah yang dingin dan tajam. Wanita itu menatap dengan marah. "......" "Ayo kita bercerai!" Sial! Apa dia benar-benar masuk ke dalam novel?!