We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Secret In My Bed

Secret In My Bed

  • WpView
    Reads 60,582
  • WpVote
    Votes 505
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 7, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Kau selalu tahu Liliana, tidak ada wanita yang kucintai seperti aku mencintaimu." "Apa kau mengatakan hal yang sama pada istrimu?" Liliana berucap samar di bawah napasnya yang memburu namun masih cukup keras untuk telinga James dapat menangkap. Pria itu diam, ia hanya membuka mulutnya untuk sesuatu yang hangat di antara kaki Liliana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • My Secretary   [END]
  • L'amour de ma Vie (The love of my life)
  • Cinnamon Girl
  • My Teacher My Princess [End]
  • AFFAIR With You [21+]
  • The Unwritten Rule [21+]

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines