Destiny

Destiny

  • WpView
    Reads 349,370
  • WpVote
    Votes 25,780
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 30, 2016
WpInfo
Fiction
Paranormal
Sebelum ayahku kembali pergi ke Alaska, ia dan para rekannya memberiku seekor anjing ras Alaskan Malamute yang kuberi nama Diego yang akan menemaniku agar tidak merasa kesepian selama ditinggal pergi oleh ayahku. Namun hal tersebut tak berlangsung lama, karena tiba-tiba saja Diego menghilang membuatku sedih dan sepi. aku pun memutuskan untuk mencarinya hingga akhirnya muncul seorang pria aneh yang mampu membuatku lemah dan gugup hanya dengan mendengar suara rendahnya dan tatapan tajam dari iris birunya yang jernih saat ia menyelamatkanku dari sekelompok orang tak dikenal yang mengejarku bagai mangsa. Pencarianku pada Diego pun berakhir saat ku dapati ia ada rumah namun dalam keadaan yang mencengangkan... "Copyright© 2014 by radif_chan. Cerita ini hanya di publikasikan di Wattpad."
All Rights Reserved
#514
wolf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Together
  • ENIGMA
  • My Sister Is Mine (Werewolf)
  • MY Expectation (FINISH)
  • Di Balik Bayang Asa
  • The Hunter's Moon (Moon Series #1)
  • Werewolf Travis
  • The Hidden Line - Panah, Password, dan Pengkhianatan.
  • The White Alpha
Together

"Dia tuh, cuma keliatan kuat di luarnya doang. Dalemnya mah sebenernya berantakan. Mata ketawanya dia, bahkan jauh lebih menyakitkan dari airmatanya. Dia sebenernya cuma pura-pura baik-baik aja. Sebenernya mah, rapuh dan hancur. Karena ngerasa gak ada orang yang bisa mengerti apa yang udah dilaluinya, dia memilih jalan ini. Memendam semuanya sendiri. Padahal, pengen banget berbagi. Bisa ngeliat dia ketawa mah, di depan orang-orang aja. Aslinya, dia sering nangis sendirian. Tiap malem, di kamar mandi, di kamar, di mana pun dia bisa menangis, dia pasti bakal nangis. Karena, beban yang dia punya sekarang, terlalu banyak buat dipikul. Dia udah bilang kok kalo dia mau nyerah. Iya, nyerah sama hidupnya. Tapi, Tuhan masih bilang,"Jalan terus." Dia tuh capek tau. Dia sering ngeluh, cuma orang-orang gak pernah tau aja. Dia bisa memanipulasi emosinya dari yang abis nangis tersedu-sedu, langsung berubah jadi senyum menawan. Iya, itu keahliannya. Dia ahli dalam hal apapun, tapi dia gak ahli buat melawan. Dia tuh lemah. Kalo ada yang bilang dia kuat, iya itu di depan orang doang. Aslinya mah, suka banget gelosoran di lantai sambil nangis. Kalian gak tau aja. Iyalah kalian gak tau, dia kan gak pernah nunjukkin kelemahannya di depan orang. Yang dia pengen, orang taunya dia baik-baik aja. Padahal mah tiap hari yang ada di otaknya gimana caranya mati tapi gak sakit. Kalian gak tau aja...." - Author

More details
WpActionLinkContent Guidelines