Tentang Malam

Tentang Malam

  • WpView
    LECTURAS 1,266
  • WpVote
    Votos 60
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, nov 22, 2019
WpInfo
Poesía
Cerita ini bukan cerita yang menyedihkan tapi tergantung bagaimana cara mu melihat kisahnya. tentang bagaimana seorang wanita bertahan karena sebuah rasa cinta "tidak apa-apa dia tak suka pada ku" "tidak apa-apa dia suka wanita lain" "tidak apa-apa dia tak mengenal ku" Dengan ketidak apa-apaan seorang wanita saya belajar menulis. Kemarin Saya Belajar Menemukan sebuah Filosofi Bintang itu adalah sebuah pembelajaran bagi mereka yang sedang jatuh cinta. kenapa ? karena bintang masih setia menemani malam padahal malam sudah mencintai bulan seumur hidupnya. tapi lihatlah sampai hari ini kita masih melihat bintang berada diatas malam, bermekaran dilangit galaksi dan masih setia mencintai gelapnya malam. mengutip pembelajaran itu saya jadi paham bisakah kita umpamakan bintang adalah seorang wanita? aku harap kita semua setuju, bintang itu wanita yang tegar. semoga kisah ini menjadi menarik
Todos los derechos reservados
#12
utari
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Selepas Senja Pergi
  • Titik Yang Benar
  • Drown to You - LingOrm (END)
  • Menggenggam Ranting Patah
  • AURA !!! (Ormling x lingorm)
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • Because Of You.. (Karena Kamu..) I LingOrm
  • And Then You Came (Completed)

Ardika dan Amira adalah dua orang yang bertemu di antara kebetulan-kebetulan kecil-sebuah kertas yang terbuang, sebuah sapaan sederhana di taman kampus. Tidak ada yang tahu bahwa pertemuan itu akan membawa mereka pada kisah yang lebih panjang dari sekadar percakapan ringan di bangku taman. Sampai Ardika akhirnya mengerti. Bahwa cinta tidak diukur dari seberapa lama seseorang tinggal, tapi dari bagaimana ia tetap hidup, bahkan setelah senja pergi. ... Di persimpangan jalan, Ardika berhenti. Menatap langit yang bersih tanpa awan, hanya bintang-bintang yang berkelip kecil, seolah mengamati langkahnya dari jauh. Ia tersenyum, lalu menutup matanya perlahan. "Cinta itu tidak menunggu untuk dimiliki," bisiknya kepada malam. "Ia hanya ingin dirayakan, meski pada akhirnya ia harus pergi." Sejenak ia diam, membiarkan hatinya yang bicara. "Aku menulis namamu di antara bintang-bintang, supaya aku tahu ke mana harus menatap ketika rindu. Aku bisikkan namamu kepada angin, supaya ia membawanya ke mana pun aku pergi. Aku simpan suaramu dalam detak jantungku, supaya aku bisa mendengarmu. Dan aku akan selalu mencintaimu, seperti angin mencintai laut, seperti malam mencintai bintang, tanpa perlu bertanya kapan harus berhenti, bahkan Selepas Senja Pergi."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido