Tak Sedarah

Tak Sedarah

  • WpView
    Reads 551
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 26, 2018
Tulisan ini menceritakan tentang kisah persahabat yang berlika liku, tidak jauh dari kata menangis, tertawa, sedih, terluka, bahagia, marah, kecewa, namun tetap menjunjung tinggi kata sahabat. Kisah ini diambil dari pengalaman pribadi dengan sedikit bumbu khayalan author. (Zahra, Dinah, Izzah, Azka, Zaki, dan Shareefa)
All Rights Reserved
#136
kebersamaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sakit 'Jiwa' (End)
  • Bukan Kita D.A.N
  • Sebelum Luka
  • Di Balik Persahabatan
  • Happy Is Bulshit
  • IN
  • Dear Aksa
  • * ETTERNITY *

Hinaan 'sakit jiwa' tak pernah asing terdengar di telinga Jiandra. Terlebih, perkataan tersebut selalu terlontar dari mulut ibu kandungnya. Bukan tanpa sebab hinaan tersebut diutarakan, karena Liliana Devika-sang ibu dari Jiandra, menyimpan jejak masa lalu terburuk yang pernah ia lalui sendiri. Paksaan terhadap ikhlas, puncak amarah, kebencian dan rasa lelah menyatu dalam kisah ini. Jika tertarik, baca saja. Tetapi, jika sebaliknya, tinggalkan saja akun ini tanpa meninggalkan jejak kebencian. [BELUM DIREVISI!] ❗DILARANG PLAGIAT❗ 📌 Cerita ini murni hasil pemikiran author sendiri, jika ada kesamaan dari berbagai latar, nama tokoh, alur dan sebagainya adalah murni ketidaksengajaan. Cover by: Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines