Story cover for White Carnation by nabaekkie
White Carnation
  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Sep 18, 2018
Arcella Amanda, salah satu dari banyaknya wanita di dunia ini yang menjadi korban dari toxic relationship. Cinta pertamanya, juga cinta yang paling membekas lukanya di hidup. Pasti, sangat sulit melupakan luka itu seumur hidup Arcella.

Cantik, idaman banyak laki-laki, namun masih ada saja laki-laki yang menyia-nyiakannya.

Playing victim, kasar, manipulatif, semua sifat laki-laki itu telah dirasakan semua oleh Arcella. Arcella perlahan mencoba keluar dari hubungan itu dan mencari pasangan yang bukan angannya, tetapi yang ia butuhkan.

Namun, setelah Arcella berhasil melangkah maju dari kehidupan masa SMA-nya yang sangat menderita, ia bertemu lagi dengan sosok lelaki itu. Lelaki yang membuatnya terluka batin hingga sulit dilupakan.

"Aku pernah menyayangimu, tapi rasa itu aku yakin, Tuhanku tak mengizinkannya kembali." -Arcella Amanda.
All Rights Reserved
Sign up to add White Carnation to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Pal In Love cover
Heart To Hurt cover
FREEDOM  [END] cover
HANNA cover
Senja di kelas kejuruan  cover
ARSEN (END) cover
KARMA [Completed] cover
ARKARA [PROSES REVISI] cover
PESAN UNTUK RAYAN cover
The Knife Smelled Like A Flower cover

Pal In Love

51 parts Complete

[TELAH TERBIT] "Selalu ada luka, diantara persahabatan dan cinta." ÷×+-=Pal in Love=-+×÷ Masuk kelas unggulan di sekolah barunya jelas bukanlah hal yang diharapkan oleh seorang Kia-siswi dari kelas reguler sebelumnya. Kia sendiri malah lebih suka menyebut keputusan kepala sekolah yang notabene sahabat papanya itu sebagai musibah. Tentu saja Kia cukup sadar kalau dirinya hanyalah tipe murid kurang rajin belajar dan masih suka menghabiskan waktu untuk main piano tales di ponsel. Lalu, harus punya teman sekelas bermuka tembok dan bermulut menyebalkan seperti Andra adalah musibah tambahannya. Kesan pertama yang buruk di awal membuat Kia dan Andra selalu saja tidak bisa akur satu sama lain. Adu mulut dan saling lempar pelototan adalah cara yang mereka pilih untuk berkomunikasi. Di setiap kali pertemuan, pasti ada pertengkaran. Tapi hari-hari terus berlanjut. Berbagai cerita datang satu per satu diantara Kia dan Andra. Dan semua itu mulai menjebak mereka dalam alur dengan cinta dan persahabatan sebagai konfliknya...