The Lost Love

The Lost Love

  • WpView
    Reads 965
  • WpVote
    Votes 187
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 12, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana nasib seorang lelaki yang tidak ada kata lelah untuk mencari gadis masa kecilnya yang tak kunjung ia temui. Apakah ia akan terus mencari atau malah berhenti mencari? Makin penasaran? Kepo? Cek yuk!:) Ikuti terus kelanjutan ceritanya:)) ☆☆☆ "Eh Zal!" Panggil gue ke Zalfa yang sedari tadi ngestalk akunnya leejunki melulu. "Apa?" Jawab Zalfa singkat "Lo mau tau gak sama orang yang gue bilang mirip banget sama si Shelen?" Tanya gue ke Zalfa. "Yang lo ceritain tadi?" Tanya Zalfa . "Iya!." Jawab gue. Emang orangnya mana?" Zalfa. "Tuh orangnya." Kata gue sambil memajukan dagu ke arah Shella. "Itu orangnya?!" Kata Zalfa kaget. "Gila cantik banget!" Lanjut Zalfa. "ga usah lebay deh lo!"kata gue ke Zalfa yg lebaynya pake banget.
All Rights Reserved
#5
thelostlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • KIARA [END]
  • AL AL GANG [Complicated]
  • D A C I A (Completed)
  • AGGA
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • ARSEN (ON GOING!)
  • Arsyilazka
  • Because I'm Stupid (End)

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines