We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pernah
  • WpView
    Reads 224
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 17, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Rasa seperti musim, kadang tiba kemarau, kemudian tiba musim hujan, lalu datang musim semi Wanita itu kini sedang dilanda kemarau hatinya namun matanya terus mengeluarkan air kesediahan, seperti musim hujan dibulan juni. Air mata menjadi simbol wanita bukan lemah tapi itu adalah anugrah bagi setiap wanita. Wanita itu menanti musim musim yang dianggap bisa menyembuhkan luka dihati, menyiram hatinya yang kering, dan menghentikan tetes demi tetes yang dikeluarkan matanya. Iyah... dia menanti musim semi musim yang dianggap sebagian orang sebagai musim yang romantis untuk jatuh cinta. Akankah wanita itu menemukan lelaki yang di annggapnya sebagai musim semi? Ataukah dia akan mengalami musim kemarau panjang dan matanya terus mengeluarkan hujan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Please! don't leave me. (Completed)
  • DIA (Completed)
  • Summer Waves [2023]
  • KEPERGIAN SENJA
  • I Hate Rain
  • Unmyoung❤ [On Going]
  • KALA BIRU DEWATA

Rava menghela nafas dengan berat "nisa sakit..." Sekuat hati arif menahan agar air matanya tidak jatuh "sakit kanker otak" Kita ibarat dua tetes air yang bertemu dalam laut kehidupan Kadang hujan nyaris memisahkan Kita Tapi pada Cinta Kita berpegang. Terima kasih telah datang, kemudian pergi. Tahun ini aku kembali bertemu dengan pertemuan dan perpisahan. Namun di antara semuanya, kepergianmu yang paling aku ingat. Menyadarkanku bahwa sebenarnya aku kuat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines