Story cover for "RHEVA" (ONE SHOT) by elyfaridah
"RHEVA" (ONE SHOT)
  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Sep 18, 2018
Rheva meneguk minuman digelasnya, lau menatap sahabatnya sambil menaikkan satu alisnya...

"again?"

Dia menoleh kearah yang ditunjukkan sahabatnya itu dan mendapati ponsel yang ada diatas meja bergetar.
Rheva hanya mengangkat bahu cuek, tidak perduli dengan siapapun yang menghubunginya itu.


"Mau sampai kapan kau seperti ini Rhe? sudah berapa banyak laki-laki yang kamu buat patah hati. Apakah kau tidak lelah?"

Rheva menatap sahabatnya itu dalam-dalam, membuang pandanganya kearah lain sambil bergumam dengan tegas.

"aku tidak pernah menyakiti mereka, kau tau itu. Mereka yang terlalu berharap bisa meluluhkanku padahal mereka hanya sedang melukai diri mereka sendiri."
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add "RHEVA" (ONE SHOT) to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Impossible Wish cover
HEARTBREAKING (On Going) cover
Mantan Terindah cover
Amanda's Story cover
Kaila's Choice: Stay Or Move On? cover
this is me cover
TAK BERSAMBUT cover
CARAKU MENINGGALKANMU cover

Impossible Wish

16 parts Complete

"Shit, mata gue salah. Jelas itu bukan dia! ia janji ga bakal bohong lagi! Enggak! Ini pasti cuma mirip" ucap seorang gadis bermata biru berambut panjang dengan air mata yang tak terbendung lagi. Sambil terus menyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya hanya halusinasi belaka. "You know? Terkadang bukan karena kebohongan kita membenci sesesorang, tapi karena sedih menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi kita percaya" ucap seorang laki laki dengan nada dingin nya yang khas. Entah dari mana dia datang aku tidak tahu. Badanku kaku, lidah ku kelu dan kepalaku rasanya berat untuk menoleh. Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak berdaya sekarang. Bagaimana bisa orang itu dengan mudahnya memporak porandakan hidupku dalam satu kedipan mata? "Kemarin dia buat gue ngerasa begitu istimewa. Tapi sekarang, dia bikin gue ngerasa sama sekali gak diinginkan?" Ujar gadis bermata biru itu dengan berlinang air mata. "Gak selalu yang menurut lo itu baik adalah baik. Dan gak semua yang meurut lo itu buruk akan selalu buruk" Mendengar hal itu, gadis bermata biru itu hanya dapat menumpahkan kesedihannya dan air matanya di dada bidang pria itu.