"RHEVA" (ONE SHOT)

"RHEVA" (ONE SHOT)

  • WpView
    GELESEN 195
  • WpVote
    Stimmen 20
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Apr. 18, 2020
Rheva meneguk minuman digelasnya, lau menatap sahabatnya sambil menaikkan satu alisnya... "again?" Dia menoleh kearah yang ditunjukkan sahabatnya itu dan mendapati ponsel yang ada diatas meja bergetar. Rheva hanya mengangkat bahu cuek, tidak perduli dengan siapapun yang menghubunginya itu. "Mau sampai kapan kau seperti ini Rhe? sudah berapa banyak laki-laki yang kamu buat patah hati. Apakah kau tidak lelah?" Rheva menatap sahabatnya itu dalam-dalam, membuang pandanganya kearah lain sambil bergumam dengan tegas. "aku tidak pernah menyakiti mereka, kau tau itu. Mereka yang terlalu berharap bisa meluluhkanku padahal mereka hanya sedang melukai diri mereka sendiri."
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Akhir Sebuah Senja
  • Still Ours [Hiatus]
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Impossible Wish
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • HALOALKANA
  • Hurt Love
  • He Never Fell Harder

"La hati gue sakit, gue cemburu La." gumam Daffa dalam hati dengan dada sesak melihat orang yang dia cintai, malah begitu mencintai Galih laki-laki paling brengsek yang pernah ia kenal. "Gue mohon lo jangan nangis La,"ujar Daffa mengusap puncak kepala Laras, Sedangkan ditempat lain sorot mata coklat sedang melihat kejadian itu dengan tubuh yang menegang dan dada yang seketika menjadi sesak. Ia adalah Reno "Daf, kenapa harus Laras?", ucapnya tanpa suara sambil menahan sesak di dadanya. ketika Laras tenggelam dalam pelukan Daffa.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien