Prolog
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 19, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Kebahagian adalah suatu hal yang dimiliki oleh seorang gadis yang kini, sedang duduk di tepi pantai. Ia bersyukur dengan kebahagian yang ia miliki sekarang. Ia berharap bahwa kebahagian itu jangan sampai lenyap di telan bumi. Tapi, dunia berkata lain. Kebahagian itu lenyap seperti buih pantai yang tertiup oleh angin saat ia mengenal namanya CINTA! Tapi, ia masih bingung apakah kebahagian itu hilang karena ia mengenal cinta tersebut? atau memang itu meruapakan garis takdirnya? Dia tidak tahu! Mungkin hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Dia hanya berjalan mengikuti alur saja. Cahh elah...ini cerita pertama saya:v mohon maaf kalau banyak kekurangan:) saya masih amatiran dalam menulis:v oleh karena itu saya butuh votement dari kalian:) Selamat membaca cerita saya:)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benang Senja
  • False Hopes
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • NEVER LEAVE YOU - JAEMREN
  • Laut dan Langit
  • Not You But Him
  • MY LOVE STORY

Tanpa banyak bicara, dia mendekat, jaraknya hanya beberapa inci dariku. 'Kalau kamu butuh pelarian untuk melupakan sejenak, aku di sini.' ... "Menatap langit senja, cahaya matahari bergulir perlahan, lembut seperti seutas benang halus yang melintas di atas air. Kilauannya memantul sekejap, sebelum lenyap perlahan, meninggalkan jejak gulita yang sunyi." "Cinta bagaikan langit malam, Indah, kupilih satu bintang Namun redup.. Kupilih bulan sebagai gantinya." ... "Aku tidak memilihnya, bagaikan bayangan di tengah terik, menawarkan teduh yang kubutuhkan tetapi membawa dingin yang tak pernah kuinginkan. Ia adalah pelarian dari dunia yang menghimpitku, namun perlahan, aku sadar, aku sedang berlari menuju jurang yang lebih dalam." "Apakah sebuah takdir? Apakah ini sebuah kesalahan takdir? Apakah takdir menyeret kerah bajuku untuk berlutut diatas semua kekacauan ini." "Takdir itu bernama Nara" . . "Cerita ini fiktif. Kesamaan nama atau latar tempat bersifat kebetulan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines