Air Mata Anne

Air Mata Anne

  • WpView
    Reads 2,914
  • WpVote
    Votes 112
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing2h 39m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 4, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
Kekuatan hati yang dimiliki Anne tidak melepaskan dirinya dari keterpurukan. Anne, seorang anak yang tidak pernah mengenal air mata, bahkan saat tersulit sekalipun ia mampu menutupnya dengan tawa khasnya. Tapi tidak kali ini, bertubi-tubi masalah menghampirinnya, orang yang ia perjuangkan. Orang yang menjadi alasan untuk datang ke sebuah desa terpencil meninggalkan keluarga. Menghempaskannya hingga jatuh tidak berdaya lagi bahkan untuk berpegangan berdiri pun dia tidak mampu. Kesendiriannya di desa itu membuatnya harus tau diri bahwa dia tidak punya siapa-siapa. Hidupnya yang memang terbiasa dengan keterbatasan membuatnya mampu lebih bersabar, itu lah yang menjadi nilai positif dari penantiannya selama ini. Berharap Lika akan berubah. Tapi semua itu tidak berbuah dengan manis, tidak seperti apa yang ada dalam prediksinya. Hingga keadaan memaksanya memilih. Antara sahabat, keluarga, cinta dan karir.
All Rights Reserved
#216
keluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jangan Berpaling Dariku
  • About erine (Season 2)
  • Shinjitsu No Koi
  • Seteguh Kasih Kita (C)
  • Nyangga
  • My Love in Air
  • Tania
  • JAM PASIR

Berkahwin dengan lelaki yang dia cinta merupakan impian dalam hidup Aina. Bahagia... itu yang dia mahu bersama Benjamin. " Sampah apa yang kau bagi pada aku ni?" kasar suara Benjamin menyoal. Aina mengambil dokumen yang dilemparkan Benjamin di atas meja lalu dia membelek sekali lagi. Rasanya tiada kesilapan yang dia lakukan kerana dia telah menyemak berkali-kali sebelum menghantarnya kepada Benjamin. " Erk... ini kan dokumen yang Encik Benjamin suruh saya buat." Aina membalas perlahan. Dan dia rasa ingin menampar mulut sendiri kerana menjawab. " Ini bukan dokumen yang aku suruh kau buat tapi ini sampah! Benda macam ni patut masuk dalam tong sampah, bukan kat atas meja aku!" Benjamin membentak kuat. Namun hidupnya seakan tercampak ke dalam lembah kedukaan bila Benjamin sering menolaknya jauh dari sisi. Bertahan atau mengalah... apa yang harus dia lakukan? Dibenci suami sendiri, sanggupkah Aina bertahan di sisi Benjamin?

More details
WpActionLinkContent Guidelines