The True Traveller (Revisi)

The True Traveller (Revisi)

  • WpView
    Reads 11,504
  • WpVote
    Votes 1,106
  • WpPart
    Parts 82
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 22, 2019
Cover By Canva Template Cover by mystudio11 Elemen by Gia Leuterio from sketchify japan & alvindovicto from painting tools Font : Kollektif & Lotus Eater Sans SUDAH TAMAT _____________________________ Apa yang lebih sakit dari ini? Air mata yang tertahan, Isakan yang disembelih oleh taruhan. Tuan .... Lihatlah ia yang kini meringkuk tak berdaya. Berselimut darah di bawah guyuran air garam. Bahkan untuk terisak pun ia kepayahan. Kau membuatnya mati berulang-ulang. Kau tertawa sedang ia terluka. Ifa: Gadis kecil kumuh yang berada di bawah kendali Tuan Jaka, laki-laki bringas bertubuh besar. Siapa yang tak kenal ketua preman di kota mengerikan ini? Dan bahwa benar tak ada satu kejadian pun yang tak luput dari hikmah dibaliknya. Seperti Ifa, Luka mengenalkan ia pada sosok Ibnu Sina, Dokter muslim pertama yang diakui dunia. Serta derita membawa gadis rapuh itu mengenal sosok Ibnu Batutah, penjelajah muslim pertama yang mendunia. Ini adalah kisah petualangan yang mengantarkan langkah pada fitrah dan juga ujian. ____________________________ Ini tulisan pertama saya 😊 Mohon bimbingannya 😊 Males revisi 😪 tapi harus 😒 yosh! Mangatse 😏😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lathifa [END]
  • Benang Takdir Azalea
  • Ghost in Pesantren
  • Azila dan Rahasia
  • Ta'aruf dalam Sunyi
  • Dear Muslimah
  • HATI YANG MERINDU ( THE LOVING HEART )
  • Assalamu'alaikum Kekasih Halalku
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • REYRA STORY (Completed)

[Spiritual-Romance] [TERBIT] [COMPLETED] [Disarankan untuk membaca Assalamu'alaikum!! Wahai Imamku! terlebih dahulu, karena ini sequel dari cerita itu] Arsyad membersihkan darah segar yang mengalir di bibirnya dengan ibu jarinya. Tangannya bergerak mengambil sapu tangan di saku celananya dan memberikannya pada Lathifa. "Saya tidak apa-apa. Jangan menangis," Lathifa menerima sapu tangan Arsyad dan menutup wajahnya. Terdengar suara pukulan demi pukulan. Kemudian suara hening. Lathifa merasakan dahinya terketuk oleh benda keras. "Kenapa?" tanya Lathifa dengan nafas masih sesenggukan. Matanya menatap intens wajah Arsyad. "Mau nikah sama saya?" Arsyad duduk dengan kaki kanan lurus ke tanah sedangkan kaki kiri menekuk ke atas. Menambah kesan keren bagi Lathifa. ______________________________________________ Jadwal Update Selasa, kamis, dan sabtu Start writing [02 Juli 2018] Finish writing [8 Januari 2019]

More details
WpActionLinkContent Guidelines