Tears in Motionless

Tears in Motionless

  • WpView
    OKUNANLAR 131
  • WpVote
    Oylar 20
  • WpPart
    Bölümler 3
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cts, Ara 29, 2018
Nasib cinta Claudy selalu bertepuk sebelah tangan. Namun semenjak Rizky datang dan mulai menunjukkan tanda-tanda cinta padanya, Claudy berusaha untuk memberi kesempatan. Yang padahal Claudy tidak pernah punya rasa padanya. Ia ingin tau bagaimana rasanya cinta terbalaskan meski bukan bersama orang yang diinginkan. Dia yakin bahwa cinta akan datang karena terbiasa. "mungkin kau ditakdirkan tuhan datang hanya untuk membuatku lebih kuat."~Claudy Wahyu Natasha.
Tüm hakları saklıdır
#904
tears
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • I Love Gus (OPEN PO)
  • You are in my past and my future [END]
  • cinta untuk sang nona
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • i love komandan S1-♡
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy

"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi