We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Lentera Biru (waktu Yang Hilang)

Lentera Biru (waktu Yang Hilang)

  • WpView
    Reads 264
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 10, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
SEHARUSNYA... Lelah bukan alasan untuk pergi. Lelah hanyalah pengingat bahwa ada perjuangan panjang yang baru saja di lewati. Aku berhenti sejenak. Menarik nafas dalam-dalam. Meyakinkan diri. Aku harus meneruskan perjalanan sampai titik ahir. Sebab sebanyak apapun upaya melepaskanmu, Selalu ada alasan untuk kembali menemukanmu ♡ -Rindu ini semakin dalam, aku semakin tenggelam, Tidak ada yang mampu menawar kecuali kamu, " Aku hanya ingin kamu "
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • Sorry [ E N D ]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Sekali Lagi (End)
  • Bukan Cinta Yang Salah
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • You're Here, But Not For Me
  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • Bagian Kosong [COMPLETED]
  • Dusk In Your Eyes

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines