Because of a guitar

Because of a guitar

  • WpView
    Membaca 14
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Nov 30, 2018
Ini aku dengan kesendirianku... Kalian tahu aku benar benar sendiri di dunia ini... Ku hidup sendiri... Teman teman ku menjauhi ku... Aku tidak punya siapa siapa disini... Aku bekerja sendiri.... Menghabiskan waktu di kamar kosan sendiri... Memasak untukku sendiri... Semuanya sendiri... Ku merasa kesepian... Ku takut... Ku bosan... Namun apa daya? Aku hanyalah aku seorang wanita yang ditinggalkan begitu saja oleh semua orang tanpa sebab... Ku merasa putus asa... Untuk apa ku hidup?.. Untuk apa?... Apa kalian tahu untuk apa aku hidup?... Sahabat ku merebut semua yang ku impikan... Sekali lagi... Ku kesepian... Ku benci situasi seperti ini... Hingga akhirnya dia datang seseorang yang hanya ada di anganku datang untuk menjadi sosok pelengkap ku... Untuk mu terima kasih...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#75
shakira
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hopeless
  • Everything Happens for a Reason
  • Full Of Scratches
  • Remaja
  • Perjalanan Cintaku...
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • You're Here, But Not For Me
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Be Mine [COMPLETED]
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan