The Elf: Lost Memories

The Elf: Lost Memories

  • WpView
    Lectures 324
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., janv. 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah bagaimana perasaan tidak akan berubah walau seribu tahun dan jika kau adalah takdirku maka bertemu adalah salah satu takdir itu. Gadis rambut pirang dan panglima perang berambut hitam legam menghilang ditengah kekacauan perang 1000 tahun yang lalu. Banyak yang menyebut mereka tenggelam dalam lubang waktu. 1000 tahun kemudian, kemunculan gadis Elf membuat kehidupan Edfeer kacau balau. Ia harus menjadi pengasuh. Hingga mereka berdua harus menempuh perjalanan menebus sanksi, yang perlahan mempertemukan takdir dan ingatan yang hilang.
Tous Droits Réservés
#686
perang
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Miracle of Life
  • Takdir Diujung Pedang.
  • Promise of Protection [Hiatus]
  • Luka di balik pedang
  • [BL] The King's Nightmare (Original Story)
  • THE DRAGON ELEMENT (Terbit)
  • The Miracle Of Crystals
  • The Secret Of The Elf || GulfMew (End)
  • Eftychia
  • Jejak Takdir di Sepuluh Langit

Bukannya pergi ke alam baka setelah insiden penembakan yang ia alami, namun pada saat membuka mata, pemandangan yang pertama kali dilihatnya adalah wajah seorang pria rupawan yang membayang tepat di atasnya. Ia dan pria itu sama-sama telanjang dan pria itu berada di atasnya karena sedang menyetubuhinya. Secara refleks, Isvara menonjok wajah pria itu kemudian mendorong tubuhnya agar menyingkir dari atasnya. "Apa yang kau lakukan!" raung pria itu. ****** Situasi dan keadaan macam apa ini? Belum selesai benaknya memikirkan tragedi penembakan yang ia alami, Isvara malah dihadapkan dengan kejadian aneh dan rumit. "Apa kau Raja Zeroun Xerxes Ivanovski? Apa sekarang aku berada di Kerajaan Amalis?" Isvara bertanya hanya untuk memastikan. "Untuk apa bertanya sesuatu yang sudah kau ketahui," desis pria itu. "Sepertinya kau benar-benar kerasukan, Selir Isvara Lavanya," imbuhnya. Jawaban pria itu secara tidak langsung mengiyakan pertanyaannya. Isvara tercenung. Darah di wajahnya seolah tidak mengalir sebagaimana mestinya, wajahnya pucat pasi. Bagaimana mungkin ia berada di sini, di dalam buku fiktif kuno pemberian kakek buyutnya, tempat fiktif yang mungkin tidak tertera dalam peta dunia. ****** Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata. *Pictures in some chapters by pinterest. #1 in Indonesia 14/10/23 #1 in Takdir 18/10/23 #3 in Cinta 18/10/23 #1 in Reinkarnasi 20/10/23 #1 in Fantasy 23/10/23 #1 in Posesif 23/10/23 #1 in Romansa 30/10/23 #1 in Kingdom 07/11/23

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu