Love in One Day

Love in One Day

  • WpView
    Leituras 156
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Capítulos 9
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, out 7, 2018
Aku manusia tak terlihat. Hei, bisakah kalian melihatku?. Hei, bisakah kalian menganggapku?. Aku memang tidak mempunyai kekuatan khusus. Kekuatan untuk tidak terlihat. Kekuatan untuk tidak di anggap. Namun... Aku akan jelaskan, bagaimana aku bisa menjadi manusia tak terlihat. ***** "Mell... Pria sepertiku... dan wanita sepertimu... tidak mungkin bersama. Apa kamu tak ingat, sewaktu aku mengatakan bahwa aku pacarmu? Aku melihat ekpresimu di cermin. Memang benar hari ini penuh dengan kebohongan. Tapi ekpresimu... begitu nyata di sana. Aku juga mungkin akan sedih besok. Tapi setidaknya satu hari ini kamu memberiku... kenangan indah untuk aku simpan selamanya" -Dimas Askara. "Mell... hari ini tanggal 5 Januari. Kamu mengalami amnesia atau sesuatu yang gila. Besok kamu akan melupakan segalanya tentang hari ini... tapi aku, tak mau kamu lupa. Hari ini... kamu bertemu dengan pria yang mencintaimu lebih dari siapapun. Jika dia datang mencarimu... kamu harus memberinya kesempatan" -Mell Nittha. ***** "Kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa denganmu, tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis bersamamu" -Kahlil Gibran.
Todos os Direitos Reservados
#395
introvert
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo