I'm not a robot

I'm not a robot

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 12, 2019
"BOOM..." suara tabrakan maut itu terdengar di sebuah jalan yang dapat di bilang sepi. Lisa , sang korban, terluka parah dan berusaha untuk tidak meninggal di tempat tersebut. Di tempat itu, ada seorang saksi mata. Dia menolong Lisa. Dia adalah kakak Lisa, Kwon Ji Yong. Namun, takdir berkata lain. Lisa meninggal. Penasaran? Apa yang terjadi selanjutnya? Maaf, ini story author yang pertama. Maaf kalo gaje dan banyak typo nya. salam kenal... 😁😁😁
All Rights Reserved
#970
bigbang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shxtty Game
  • Lalisa [END]
  • Best for us ( TAMAT )
  • ketemu kamu [Jenlisa]√
  • LIGHT IN THE DARK - JENLISA [G×G]
  • JENLISA: Istri untuk Daddy
  • Jiwa yang bersedih

Ini kali kelima ia membunuh dirinya sendiri. Ia hampir tidak merasakan apapun ketika melakukannya. Tidak ada kesedihan, tidak juga ada rasa kehilangan apalagi penyesalan. Ia harus melakukannya, baginya, tidak lagi ada alasan untuk tetap hidup. Tapi pada kali kelima ini, ia rasakan sesuatu yang lain. Orang-orang berkerumun menatap kematiannya, raut ketakutan di wajah orang-orang itu sudah biasa ia lihat. Ekspresi prihatin yang orang-orang tunjukan, rasa penasaran mereka, bisik-bisik tentang kematiannya, selalu sama. Tapi kali ini, seseorang memberinya bunga. Laki-laki itu menundukan kepalanya, dilihatnya laki-laki itu memejamkan matanya, berdoa untuknya. Di sebelah tubuh yang sudah kaku, laki-laki itu tersenyum, senyum iba seolah ia bisa memahami perasaannya. "Semua kesulitanmu sudah selesai, kau sudah memenangkan game-Nya, jadi beristirahat lah," tanpa suara, begitu yang laki-laki itu bisikan, tepat di sebelah setangkai daisy yang diletakkannya tadi. Rasanya ada yang aneh- begitu yang Lalisa pikirkan ketika ia melihat kematiannya sendiri, dari jauh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines