Savannah Jingga

Savannah Jingga

  • WpView
    Membaca 1,160
  • WpVote
    Vote 270
  • WpPart
    Bab 18
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jan 2, 2019
Anak kecil gendut berlari ke kapal, berharap sampai tepian bakauheni. Dari merak dia rindu dengan aroma kapal feri, aroma solar yang membawanya ke kenangan masa lalu. Sembari menengok ke laut, dilihatnya putih abu. Sebuah ingatan dari kenangan reinkarnasinya. Anak kecil gendut sampai ke tepian. Membawa beragam bekal di kepalanya. Ayahnya menyahut, penuh kerut dibawah matanya, ayahnya melihat dirinya yang gelap tak bernyawa.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#742
korea
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • LANGIT {NEW VERSION}
  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON
  • Sun Meets Ice
  • LANGITKU BERWARNA KAMU
  • ASTRA ADHARA (Selesai ✔️)
  • All the Baffling Thing of Being Change✔ (WAS SAVAGE LOVE)
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Dua cangkir satu Meja
  • Dua Puluh Menit [END]
  • DIA LANGIT KU

"Orang tua? Apa mereka bisa disebut orang tua setelah menyuruh orang untuk membunuh anak sendiri?" "Jangan asal menilai, yang terlihat belum tentu sebenarnya. Gak ada orang tua yang tega nyakitin anaknya sendiri." "Lo masih ngomong gitu setelah melihat banyaknya berita Ayah melecehkan anak sendiri? Oh ayolah, ini dunia, tempatnya semua kejahatan berasal." *** "Lo tau? Musuh sebenarnya ada di dekat lo, bahkan bisa sangat dekat." "Apa maksud lo ngomong gitu?" "Jangan mudah percaya, air yang biasa lo minum buat melepas haus, bisa aja membunuh karena mengandung racun."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan