Savannah Jingga

Savannah Jingga

  • WpView
    LETTURE 1,160
  • WpVote
    Voti 270
  • WpPart
    Parti 18
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, gen 2, 2019
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Anak kecil gendut berlari ke kapal, berharap sampai tepian bakauheni. Dari merak dia rindu dengan aroma kapal feri, aroma solar yang membawanya ke kenangan masa lalu. Sembari menengok ke laut, dilihatnya putih abu. Sebuah ingatan dari kenangan reinkarnasinya. Anak kecil gendut sampai ke tepian. Membawa beragam bekal di kepalanya. Ayahnya menyahut, penuh kerut dibawah matanya, ayahnya melihat dirinya yang gelap tak bernyawa.
Tutti i diritti riservati
#15
blackhole
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Cerita di Balik Senja
  • LANGIT {NEW VERSION}
  • Become a Parent's [END]
  • "KILLED" Season 1
  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON
  • Sun Meets Ice
  • DIA LANGIT KU
  • A Thousand Years [Pierre Tendean Fanfic]
  • JINGGANYA SENJA (Lengkap)
  • Flutterby

"Senjanya bagus banget," suara gadis kecil yang sedang berdiri menatap langit yang berwarna oranye dengan angin yang menyapu pelan wajahnya. "Ayah... Ayah lihat! Langit nya bagus banget," Jawab gadis kecil itu dengan senyum bak bulan sabit pada wajahnya. Laki-laki berbadan tegap dengan struktur wajah yang tidak jauh dengan gadis kecil di hadapannya, kini berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis itu. Lebih tepatnya, mereka adalah sosok ayah dan seorang anak. "Senja, Senja tahu, kenapa ayah memberi nama Senja, itu 'Senja'?" mendengar pertanyaan yang tidak bisa di jangkau oleh pikiran anak kecil yang bernama senja itu, ia hanya menggeleng. Lalu, ia bertanya " memangnya kenapa ayah?" Tanya Senja pada sang Ayah. "Karena Senja itu indah, dia juga ikhlas, dan dia selalu mengingatkan ayah pada almarhum ibu kamu, Senja." Senja mengerutkan alisnya, ia bingung dengan apa yang ayahnya ucapkan. "Senja masih nggak tahu maksud ayah." "Nggak papa sayang, saat ini Senja memang belum mengerti. Tapi nanti, Ayah yakin kamu pasti mengerti maksud ayah. Oke Langit Senja?" "Oke ayah!" Senja memeluk Ayah nya dengan erar tanpa sekat sedikitpun.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti