Sepasang Bola Mata Indah

Sepasang Bola Mata Indah

  • WpView
    Reads 377
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 3, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Aku selalu berusaha untuk tidak jatuh cinta lagi, karena aku telah memilih seorang wanita yang akn mendampingi hidupku namun ternyata takdir mempertemukan ku dengan seorang wanita yang mampu meluluhkanku dan menghancurkan keteguhan hatiku. Cerita ini tentang dia si pemilik sepasang bola mata indah dan semua tentangnya yang tidak mudah untuk ku lupakan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Felicia> Januari With You
  • Rasa Tanpa Nama
  • Gadis kecilku yang telah pergi
  • Will Not Return
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • Your Converse#Wattys2019
  • Kenangan Berkisah.
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama

‎Hendra... ‎seorang anak SMP yang bahkan tak lagi bersekolah. ‎Kulitnya legam, senyumnya pelan, ‎hidupnya penuh hinaan dan tatapan jijik. ‎ ‎Ia hanya ingin dagangannya laku... ‎dan pulang tanpa luka yang terlalu dalam. ‎ ‎Hingga suatu hari, ‎datanglah seorang gadis seperti bidadari. ‎Felicia. ‎ ‎Gadis cantik bermata sipit, keturunan kaya, ‎berjalan pelan ke arahnya... ‎lalu bicara dengan suara paling lembut yang pernah ia dengar. ‎ ‎Felicia tidak takut, tidak jijik. ‎Ia menggenggam tangan Hendra... ‎menemani dagangannya, duduk di sisinya, ‎dan mencintai dia-yang bahkan tak pernah mencintai dirinya sendiri. ‎ ‎Hari demi hari, Felicia menjadi cahaya. ‎Membuat Hendra tersenyum. Membuatnya percaya... ‎bahwa seseorang sepertinya bisa dicintai... bisa berarti. ‎ ‎Tapi cinta seperti Felicia tak datang untuk selamanya. ‎ ‎Dulu, seorang kakek pernah berkata, ‎"Kalau suatu hari... ada seseorang yang datang padamu, ‎seseorang yang mustahil untuk hadir dalam hidupmu... ‎tapi dia datang, menoleh, tersenyum, lalu duduk di sebelahmu, ‎biasanya... dia hanya dikirim untuk sebentar saja. ‎Untuk membuatmu merasa dicintai, ‎untuk menyembuhkan hatimu yang diam-diam patah. ‎Lalu setelah itu... dia akan pergi. ‎Bukan karena tak cinta... ‎tapi karena Penciptanya memanggil pulang." ‎ ‎Benarkah... Felicia akan pergi? ‎Apakah cinta sehangat itu... hanya datang untuk dikenang? ‎Dan bila benar ia akan hilang... ‎mampukah Hendra mengucap selamat tinggal... pada satu-satunya cahaya dalam hidupnya? 💔 ‎.

More details
WpActionLinkContent Guidelines