Motifasi
  • WpView
    Leituras 19
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, fev 18, 2019
Kamu tidak akan pernah mendapatkan apa yang bisa membuatmu bahagia kalau kamu terperangkap dengan masalalu. Kalau kamu ngotot ingin mengubah sesuatu yang sebenarnya mustahil untuk bisa kamu ubah, itu namanya kebodohan, bodoh, sangat bodoh. Kadang hidup ini kita harus berani melepaskan, untuk bisa mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Kamu harus berani, berani untuk melepaskan masalalumu, berani untuk melepaskan segala kepahitan, segala duka dan cerita. Bukan karna hal itu tidak penting, Tapi.... Karna masa depan mu tapi... Karna hidupmu jauh lebih penting. Biarlah yang berlalu-berlalu, karna yang lebih indah sudah menunggu mu. Mungkin kamu pernah bertanya tanya, kenapasih hidup ini kok gak adil banget? tuhan itu kok gak adil? kenapa ini harus terjadi? kenapa, kenapa harus saya? why me, why me? Mangnya cuma kamu saja yang pernah susah, semua orang pun pernah merasakan apa yang kamu rasakan, kesedihan, kegagalan dan keterpurukan, tapi itu bukan alasan, itu bukan alasan untuk mengasihani diri, itu bukan alasan untuk menyalahkan keadaan. Untuk apa gak ada gunanya!!!
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • THE TRUE LOVE
  • lovesick//takkan berubah
  • jodoh yang tak terduga |REVISI
  • Assalamualaikum Cinta
  • F dan Z  ( and )
  • ALEYA~~
  • Izinkan Aku Untuk Berubah
  • Gusku imamku
  • Paket dari Tuhan

Setiap manusia memiliki kesalahannya masing-masing. Tak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Dan tak ada pula yang sepenuhnya terbebas dari khilaf, dari dosa, dari luka yang ia ciptakan sendiri... atau yang ia warisi tanpa pernah memintanya. Begitu pula dengan seorang gadis yang masih terjebak dalam kebingungan tentang dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana harus melangkah, tidak tahu arah mana yang layak ia sebut sebagai tujuan. Di antara sunyi dan gelap, ia bertanya... apakah dirinya masih pantas untuk diampuni? Apakah kesalahan dan dosa yang menempel di hatinya masih bisa dimaafkan? Hidupnya terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa cahaya. Tanpa penerangan. Tanpa pegangan. Tanpa payung yang mampu melindunginya dari derasnya hujan kenyataan. Ia hidup, namun seolah tidak benar-benar memahami untuk apa ia hidup. Ia melupakan kewajiban, mengabaikan panggilan hati, hingga perlahan kehilangan jati dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan dirinya... apakah masih ada jalan untuk kembali? Publish : Juni 2024 The End : Juni 2024

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo