Titik Rindu

Titik Rindu

  • WpView
    Odsłon 99
  • WpVote
    Głosy 15
  • WpPart
    Części 3
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja niedz., lut 23, 2020
WpInfo
Fikcja
Powieści Społeczne
Kata Allah, Dia gak akan ngasih cobaan diluar batas kemampuan hamba-Nya. aku percaya, tentu saja. Hanya terkadang aku bingung pada hidupku sendiri. Mengapa ... Kehidupanku terasa berat? Ketika aku mulai yakin akan ada pelangi setelah hujan, Takdir malah tidak memberhentikan hujan itu dengan waktu yang lama. Sangat lama. Hingga rasanya aku tak memiliki warna apa pun selain hitam dan abu-abu. Hitam, abu-abu. Tidak berhakkah aku menerima warna yang sedikit lebih cerah dari itu? Wahai, Allah... Tolong, temani aku... Copyright© RikhaGnwn17
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#12
rmance
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Langkah (By Auzizahirah)
  • WAVER [Completed]
  • forget you
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Khayalku
  • RD (ReinaDirga)      [Completed]
  • Rainie ( END )
  • Hiperbola Hati (COMPLECTED)~
  • AZKIA [END]
  • Judul Standar - Rindu Birunya Langit

"Aku kehilangan semuanya dalam satu malam, tanpa memberikanku sedikit waktu untuk berpamitan." Ayesha, gadis yang baru saja tersadar dari koma setelah dua tahun terbaring bak putri dalam dongeng di brangkar rumah sakit. Belum usai dengan luka ditinggal cinta pertamanya, Ayesha kehilangan sang bunda yang selalu menjadi rumah, saat tersadar dari mimpinya ia juga harus menerima kenyataan bahwa sang kakak yang selalu menjadi perisainya juga pergi untuk selama lamanya. "Pada dasarnya malam itu gelap tanpa kehadiran rembulan. Dan hidupku seperti langit saat ini yang kehilangan rembulan. Aku akan Kembali mencari rembulanku." ~Ayesha Kynaaz Syahida Adiputra~ "Kamu tau? Rembulan tidak bisa bersinar tanpa matahari. Sejauh apapun kamu mencari bulan tetap tidak dapat ditemukan, karna bulan itu adalah kamu. Yang membutuhkan cahaya mentari untuk kembali bersinar menerangi langit malam." ~Muhammad Ilham Al-Kahfi~ "Rembulan tidak pernah hilang dari langit. dia hanya bersembunyi di tengah gelapnya malam." Tanpa gadis itu sadari, bahwa takdir menuntunnya pada sebuah misteri yang selama ini keluarganya sembunyikan darinya. Misteri dibalik kepemilikan mata biru yang melekat padanya. Bukan tanpa alasan, tapi demi mencari aman. __________________ Bismillahirahmanirrahim... Ini cerita karangan saya dan hasil pemikiran sendiri. Kalau ada kesamaan Tokoh atau alur, mohon dimaafkan. Sekedar melanjutkan hobi yang sempat tertunda, hehe selamat membaca, terimakasih...

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści