KING PENA (Raja Penakluk Senja)

KING PENA (Raja Penakluk Senja)

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 9, 2019
''Lo tau nggak kenapa 1 tambah 1 sama dengan 2? Karena kalo 1 tambah 1 sama dengan kita, itu namanya cinta, bukan rumus matematika.'' ucap absurd Levant. ''Waktu Mos gue diajarin PBB, bukan PHP. Jadi kalo gue dikecewa'in sama lo. Gampang! Tinggal balik kanan bubar jalan.'' ketus Senja dengan senyum remeh. Holla? Gue Desyana sang penikmat senja. Nah ini cerita ketiga gue. So? Baca aja. Sape tau sukak. Maklum masih amatiran. Yang penting kepo ye. PENASARAN? BACA CERITA INI! PLAGIAT? DILARANG MENDEKAT! NANTI BAPAK GUE SIKAT! WKWKWK!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • DANADYAKSA
  • Segitiga [END]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • We Are One
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Senja Jadi Sendu (END)

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines