BRISIANCE BINTANG

BRISIANCE BINTANG

  • WpView
    Reads 346
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
TIGA HAL YANG TAK MUNGKIN TERPISAHKAN DALAM HIDUP SETIAP ORANG ADALAH CINTA, SAHABAT, DAN KELUARGA. Calvin sangat kesal dengan perlakuan keluarganya yang terus menekannya untuk ini itu tanpa mau peduli dia butuh perhatian, kasih sayang layaknya anak lain. Lalu dia berdiri, mengambil kunci motor dan bergegas keluar dari kamar. "Calvin mau kemana?" Teriak Viana tidak dipedulikan oleh Calvin. Viana makin marah, mengejar Calvin yang buru-buru keluar dari rumah, menyalakan motornya kencang, melesat cepat, keluar dari garasi. Calvin ngebut mengendarai motor, melihat, mencari tiap sudut jalan yang ingin disinggahinya, namun tetap hatinya tak punya tujuan jelas mau singgah ke mana. Namun segera dia memutar balik motor, mengambil arah ke sebuah rumah yang selama ini sudah jadi rumah singgahnya. ...... Aku menyesal tidak menerima cinta mu hingga semua merasa kehilanganmu untuk selamanya. Tapi mau bagaimana aku hanya mencintai dia.. Ya mencintai Calvin
All Rights Reserved
#4
penghinatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • TOUCH YOUR HEART
  • Strong Girl Michella (END)
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • CHAVANDA (End)
  • Kisah Akala
  • Albel
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines