Apakah Aku Normal?!!

Apakah Aku Normal?!!

  • WpView
    Reads 1,024
  • WpVote
    Votes 294
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
[CERITA INI SUDAH LAMA TIDAK AKTIF! COBA BACA CERITA BARU "MELODI HUJAN"] Aku seseorang yang bahagia dikala siang,, dan seseorang yang selalu merenungi kisah hidupku dikala matahari telah tenggelam. Apakah aku akan mengalami drama seperti anak remaja lainnya?! Apakah aku seseorang yang normal?!! Jika iya,, cukup heningnya alam dan tetesan air dari mataku menjadi jawaban. Aku bisa.. yaa,, aku bisa.. untuk mengubah semuanya menjadi lebih baik. Hanya mengubah sedikit alur akhir dihidup ku menjadi bahagia. Aku bisa,, sebelum matahari tenggelam,, untuk selamanya!! Yaa guys..!! Baca ceritanya yaa...>< Apakah Han Mi Rae mengalami kisah akhir yang bahagia??! ~CEKIDOTTT!!~
All Rights Reserved
#37
rae
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Rannia√
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • Different Page [Complete]
  • Langit Setelah Hujan [END]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines