What The Hell Is Wrong With Me?

What The Hell Is Wrong With Me?

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 22, 2018
Tiba-tiba aku berubah menjadi orang lain setelah pingsan dikuburan almarhum kembaranku. Yang membuatku sakit kepala adalah aku tidak bisa mengendalikan tubuhku sendiri walaupun aku ingin. Meski begitu aku melakukan semua hal yang bertentangan dengan kebiasaanku dalam kondisi benar-benar sadar. Ada apa denganku? Ada apa dengan diriku? -Raiha Julia. Kemana adikku yang manis? Aku merindukannya sehingga aku hampir mati. Mati... Mati... Mati... Ya. Aku hampir mati. Karena... Setiap hari aku hampir jantungan melihat ekspresi wajahnya. Sungguh luar biasa menyeramkan. Jika kau tidak kuat iman lebih baik jangan mendekatinya. Aku takut kau langsung mati berdiri setelah melihat ekspresinya, apalagi ekspresinya saat marah. Benar-benar mirip valak. -Raihan Julio. Dia... entah kenapa sangat familiar. -Alfisal Pratama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • lost them
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • Thank You For Everything [BoelxYaya]
  • Hanya karena itu kalian membenciku? [Boboiboy Taufan Sad] |Complete
  • Admire Or Love
  • oneshote gabut saya tentang BBB
  • Lightning dark story

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines