Amour sans fin

Amour sans fin

  • WpView
    LECTURAS 31
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, sep 25, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Pada awal tahun 90-an, di sebuah panti jompo, seorang pria tua bernama Panny mulai membaca kisah cinta bersejarah dari buku catatan yang ia simpan selama berpuluh puluh tahun untuk dibacakan kepada pasien wanita tua. Kisah yang Panny ceritakan bermula pada tahun 1940 di Lexington, Virginia. Seseorang laki-laki warga setempat Peter Cam Allen jatuh cinta dengan anak orang kaya bernama Madison Belle Centineo, yang berusia 20 tahun, setelah bertemu dengannya di Lawson. bagaimana kelanjutan ceritanya?
Todos los derechos reservados
#181
komen
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Trapped By A Pervert
  • THE GUARDIAN (REVISION)
  • Semu [Completed]
  • ARGATA (COMPLETED)
  • Pelukan Senja
  • Pretty Boy But Cool~
  • KISAH YANG BELUM USAI | PIERRE TENDEAN ✔️ [REVISI]
  • The Cold Husband✅
  • Tiga Lelaki Satu Hati [END]
  • The Lost Lover

[END] Anneth Andira Pramudya adalah seorang mahasiswa tingkat tiga yang tinggal bersama papanya di Sydney. Mereka pindah sejak Anneth berusia 13 tahun. Kedua orang tuanya bercerai dan Anneth lebih memilih mengikuti sang papa dan harus rela berpisah dengan mama dan kakaknya yang tinggal di Jakarta. Edward Andrew McCharter, pengusaha muda yang cukup berpengaruh di Sydney. Dirinya tak pernah merasa kekurangan materi sejak kecil karena bisa dibilang ia dibesarkan dengan sendok emas di mulutnya. Edward adalah gambaran pria idaman seorang wanita. Namun percayalah, pria itu tak pernah menjalin hubungan yang serius hingga usinya memasuki 29 tahun. *** "Can I hug you?" Bisiknya dengan suara lirih. Aku kembali menatapnya. "Sorry, I know we're stranger. I dont mean anything" ujarnya dengan cepat saat aku tak meresponnya. *** "Terima kasih. Tapi saya harap kamu akan melupakan kejadian ini. Dan jika suatu saat kita bertemu, saya akan menghargainya jika kamu tak mengungkit hal ini" ujarnya. *** "Saya yakin kamu bisa merasakannya bukan?" Bisik pria yang ada di belakangku. "You're a pervert Mr. McCharter" balasku membuat pria itu terkekeh . *** Penasaran dengan kelanjutannya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido