Ilusi
  • WpView
    Reads 3,330
  • WpVote
    Votes 192
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 27, 2019
"Kamu itu terlalu ga peka kar. Susah juga ya buat kamu sadar kalo saya cinta sama kamu" -arion "Kamu itu seakan ilusi yang sulit saya genggam. Kamu terlalu sempurna untuk saya yang brengsek kar" -arion "Tapi, semakin saya menganggap kamu ilusi semakin saya berjuang untuk dapetin kamu. Saya kayak tertantang untuk buat kamu luluh " -arion °° "Kamu memang brengsek dan berandal. Aku sadar akan 2 hal itu. Tapi, kamu berhasil yon buat aku luluh. Kamu yang selalu jayus, selalu gombal dan selalu bisa buat aku bahagia walau dengan hal kecil. Kamu yang berusaha ngenalin aku ke dunia-dunia baru yang sebelumnya ga aku pikirin bakal aku sentuh. Kamu yang sadarin aku akan hal kecil sekalipun. Kamu yang buat khawatir karena sering berantem dan tawuran. Kamu arion pradipa yang selalu santai setiap dihukum. Kamu yang udah buat aku jatuh cinta dengan kesederhanaan yang ada. Kamu yang suka melukis dan bernyanyi. Semua itu kesederhaan yang berujung tumbuhnya perasaan aku sama kamu" -kara
All Rights Reserved
#390
sayang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Arion The Bad Boy
  • Ketika Cinta Tak Lagi Gratis ❤️ ON GOING ❤️
  • Because I'm Stupid (End)
  • Cuaca
  • Eccedentesiast (Complete)
  • Langit Setelah Hujan [END]
  • Without You
  • Langit dan Cahayanya
  • axiomatic love [REVISI] [ON GOING]
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines