Dewa Dan hujan

Dewa Dan hujan

  • WpView
    LECTURES 53
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., oct. 15, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Ia ingin seperti hujan yang kini masuk ke dalam tanah. Yang cukup ribut berlarian jatuh tanpa takut sakitnya. Hujan apakah ia tak kapok untuk mengulang siklus naik-dan-jatuh setiap kali? Persis hujan yang hanya menerima takdir jatuh ia pun begitu.. Raina tak terlalu nekad sengaja mengakhiri kehidupan karena takut para Dewa marah padanya. Dan karena ia sedang menunggu untuk sebuah akhir kehidupan tanpa gairah untuk bernafas. Rai juga mengenal seorang Dewa yang menyodorkan payung di tengah lebatnya hujan pada tubuh basahnya, ditengah tangisan yang sulit dilihat di tengah derasnya hujan..Pria itu basah untuknya. tetapi ia tak ingin kebaikan Dari Dewa..yang ia inginkan kemurkaan Dewa dari atas langit sana yang akan mengakhirinya. Keinginannya masih satu sampai akhir kematian tanpa sengaja.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • KATYA & SADDAM (Short Story)
  • ADELINE : Live Again To Change The Future
  • RAKA
  • The Last Birthday With You
  • RAFRAN [COMPLETED] ✓
  • Bitter Love

Raina mencintai hujan, lebih dari apa pun. Ada ketenangan dalam setiap tetesnya-seolah langit paham cara menyentuh luka yang tak terlihat. Di balik senyum tipis dan tatapan yang tenang, tersimpan cerita yang tak semua orang tahu. Ia bukan gadis yang suka bercerita. Tidak tentang mimpi-mimpinya, tidak tentang ketakutannya yang diam-diam menjerat. Laut adalah satu dari sedikit hal yang tak pernah ingin ia dekati. Terlalu dalam, terlalu gelap, terlalu mengingatkan pada sesuatu yang hilang. Sekolah menjadi panggung tempat ia bersembunyi di balik rutinitas. Sahabat, tawa, sedikit pertengkaran dengan seseorang yang terlalu usil untuk diabaikan-semuanya cukup untuk membuat hidupnya tampak biasa. Tapi tidak semua luka bisa sembuh hanya dengan waktu. Dan tidak semua hati bisa tetap utuh, bahkan saat hujan terus turun.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu