21 chapitres Terminé Gue tertegun beberapa saat, hujan turun semakin deras. Otak ini terus memikirkan bagaimana nantinya jika tidak ada dia. Dia yang selama ini menjadi alasan gue untuk semangat masuk sekolah. Dia yang telah menghancurkan hati gue berkeping-keping sampai akhirnya kepingan itu tidak bisa gue susun kembali. Susah rasanya membayangkan hari-hari tanpa dia. Saat ini langit pun menangisi kepergiannya. Langit menangis bersamaku, karena ia tahu bahwa ini adalah kenyataan pahit yang sangat susah untuk diterima. Sampai pada akhirnya matahari mulai bersinar kembali. Tidak ada lagi tangisan kesedihan. Yang ada adalah tangisan kebahagian yang tidak bisa diungkapkan oleh kata kata.