Memories

Memories

  • WpView
    Reads 262
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 19, 2020
WpInfo
Poetry
"Kau datang bagai angin yang berhembus pelan. Dan kau pergi bagai cambuk yang mematikan". Memories merupakan kumpulan prosa. Diangkat dari kisah nyata. Pelajaran hidup yang akan selalu ada hikmahnya. Memaksa untuk berpikir dewasa. Manjadikan lebih baik lagi dan lebih kuat lagi. Ini adalah kisah seseorang yang tengah dalam masa mengikhlaskan. Meski sulit, tetapi itulah jalan satu-satunya agar dia bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam segi apapun. Selamat menikmati kisahku yang di kemas dalam bentuk prosa❤
All Rights Reserved
#364
jatuhcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Skema Nestapa [Selesai]✓
  • Jangan Pergi Kakak!! [END] ✔️
  • Enigma Sebuah Perasaan (End)
  • Untaian Aksara | Na Jaemin
  • Kitab Romancuk
  • CARAPHERNELIA
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • ARZIO [SELESAI]
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • Di Setiap Bilik Hati, Ada Kamu

𝐁𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐍𝐀𝐓𝐀 : 𝐓𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐮, 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐫𝐞𝐭 𝐰𝐚𝐤𝐭𝐮. (Boleh dibaca terpisah tanpa membaca Nata terlebih dahulu) Hari-hari suram terus berlalu. Bayang-bayang masa lalu masih melekat kuat dalam ingatan. Nestapa memang ada. Dia nyata dan dia ada di dalam kehidupan manusia. Inilah skema nestapa. Dimana banyak kenangan sendu yang masih memboikot hati. Terbawa deras oleh arus kehidupan. Dan dimana ada hati yang tengah memperjuangkan mati-matian. Dia... berjuang sendirian. Di tengah-tengah kisah asmaranya, rupanya ada sebuah tanda tanya besar yang kembali menyeruak. Mengenai kematian dia. Karena siapa sangka, kepergian dia masih meninggalkan banyak tanda tanya yang membutuhkan jawaban. Dan lagi-lagi ada sebuah dendam yang menuntut kehidupan. ••• "Sebab, dikala saya melihat mata favorit saya, saya tidak melihat ada 'kita' di dalamnya. Kita akan segera redup. Karena pancar mata sabitmu sore itu, tutur batin saya berkata bahwa kamu bukan untuk saya." "Sekali lagi, kamu... bukan untuk saya." ••• Start : 20 Mei 2021. Finish : 30 Desember 2021. 📌𝑪𝑬𝑹𝑰𝑻𝑨 𝑰𝑵𝑰 𝑯𝑨𝑵𝒀𝑨𝑳𝑨𝑯 𝑭𝑰𝑲𝑺𝑰 𝑫𝑨𝑵 𝑻𝑰𝑫𝑨𝑲 𝑩𝑬𝑹𝑯𝑼𝑩𝑼𝑵𝑮𝑨𝑵 𝑫𝑬𝑵𝑮𝑨𝑵 𝑶𝑹𝑨𝑵𝑮, 𝑶𝑹𝑮𝑨𝑵𝑰𝑺𝑨𝑺𝑰, 𝑳𝑶𝑲𝑨𝑺𝑰 𝑨𝑻𝑨𝑼 𝑲𝑬𝑱𝑨𝑫𝑰𝑨𝑵 𝑵𝒀𝑨𝑻𝑨. 📌𝑻𝑰𝑫𝑨𝑲 𝑼𝑵𝑻𝑼𝑲 𝑫𝑰𝑻𝑼𝑳𝑰𝑺 𝑼𝑳𝑨𝑵𝑮! ᴄᴏᴘʏʀɪɢʜᴛ ©2021 ʙʏ ʜᴏᴛᴋᴏᴘɪʟᴀᴛᴛᴇ_ 𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗧 𝗕𝗔𝗖𝗔 𝗜𝗡𝗜👇

More details
WpActionLinkContent Guidelines