GOODBYE [Hiatus]

GOODBYE [Hiatus]

  • WpView
    Reads 4,698
  • WpVote
    Votes 402
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 24, 2018
WpInfo
Fanfic
Blackpink
~Selamat tinggal Bukan sekata ucapan untuk membekas Kemenangan besar tapi pelakunya berduka Pada simpang empat salib gereja, tersesat Membelok ke kanan pada hutan Melangkah berbalik hanya jumpa belukar Tak ada satu pun yang memberinya arah kaki Satu per satu pergi, hilang dan terlepas sendiri . . . "Aku pelakunya yang ditinggal para korban tanpa satupun selamat tinggal"
All Rights Reserved
#871
blackpink
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROblem ✓
  • Where Should I Go? [✓] | Taelice
  • TEARS (BLACKPINK) ✔
  • Broken Kossan ( Completed )
  • MESSED UP : INTERCOURSE - COMPLETE
  • sepatu
  • TIME TO PRINCESS
  • One Last Time
  • Time Lapse || Hunlice ✓
  • Just Ordinary

"Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam cerita besar dunia, tapi aku hanya ingin memiliki kesempatan untuk memeluk mereka." Choi Jisoo berhati batu telah melunak karena rasa bersalah. Yang masih salah, dia melakukannya setengah-setengah, karena hatinya penuh keraguan, tak punya pendirian, seringkali meyakini hal yang salah, dan mudah terpengaruh. "Aku mungkin gila, tapi tidak sebodoh itu." "Aku mungkin bodoh, tapi tidak segila itu." Choi Jennie dan Choi Chaeyoung sedang saling memunggungi. Kini penuh perbedaan, tapi sebenarnya sama. Sama-sama gila dan bodoh. Mereka adalah si pelanggar aturan yang berusaha berubah menjadi manusia penuh pengertian. "Aku adalah aku. Aku tidak ingin berubah, tapi keadaan memaksaku. Tidak semuanya, aku masih melihatmu." Choi Lisa masih minim kepercayaan diri, tapi ingin membuat semua orang melihat ke arahnya dengan rasa kagum. Sepandai tupai menyembunyikan kacangnya, semahir itulah Lisa menutupi perasaannya. Satu-satunya yang tidak berbeda dari mereka adalah kemarahan. Mungkin waktu dan pengalaman akan membuat mereka lebih belajar cara mengendalikan lidah setajam pedang yang tidak mungkin berkarat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines