Berakhir Di Awal

Berakhir Di Awal

  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 7, 2019
"Yang pantas kecewa akan kehilangan cuma orang yang punya kenangan akannya. Bukan hanya angan angan. Kau yang kehilangan Ibumu sedari kau lahir lalu kenangan apa yang kau punya bersamanya? Kasar kiranya pernyataan dan pertanyaan ku ini Eila. Tapi ini kenyataannya. Buat apa mendendam terus melarut.?" Tegas Awal. "Kau tak mengalaminya maka kau tak tau apa apa." Jawab Eila geram Saat Rasa memiliki massa. Kadang sesuatu tidak sesuai asa. Ada yang bertahan lama ada pula yang sepintas merenggut sukma. Bagi Eila gadis lugu yang pintar semua telah berakhir diawal. Kematian sang Ibu saat kelahirannya dibumi sebagai contoh mutlak. Ayahnya bercerita kematian Ibunya disebabkan oleh bencana Alam. Dan Eila pun mendendam dengan sang alam. Ayahnya terlalu sibuk bekerja dan Eila pun dirawat oleh nenek yang membesarkan mendiang ibunya. Sewaktu masa remaja Eila dihadapkan dengan sebuah kenyataan yang ternyata berlainan dengan berbagai macam prinsipnya. Ditambah lagi ia ditemukan oleh remaja pecinta alam dimana kita akan lihat pertemuan yang tak biasa antara pembenci alam dan pecinta alam
All Rights Reserved
#61
alam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOO MUCH (Tamat)
  • Together, Against all Odds (T.A.A.O) (LENGKAP)
  • antara janji dan kenyataan : janji yg menyakitkan
  • The Power of Girl (TERSEDIA DI PLAYBOOK)
  • NESTAPA [On Going]
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Alam
  • Keluarga di Ujung Senja

Why aku harus menjalani rentetan kesialan? Tidak bisakah aku sekadar bernapas tanpa perlu mencemaskan apa pun? Mengapa aku harus melanjutkan hidup sebagai karakter bodoh yang faaaaake banget, sih? Orang lain pasti mampu mengambil alih jalan cerita dan mencampai puncak kesuksesan. Namun, aku tidak begitu. Jangankan merancang rencana memperbaiki ekonomi, sekadar berusaha leher tidak kena tebas tokoh penting pun sulit! Aku bermaksud memperbaiki hubungan dengan tokoh penting. Barangkali semua masih bisa kuperbaiki sekalipun mustahil. Namun, lupakan saja! Bukannya penerimaan baik yang kuterima, justru ancaman mati konyol terpampang jelas di hadapanku. Oke, baiklah~ Aku menyerah! Selamat tinggal! Kalian, tokoh penting, ingin membenciku? Silakan saja. Bencilah diriku sepuas hati. Semua tokoh di sini sinting! Bila hidup memberiku lemon, cukup lempar lemonnya ke musuh. Beres!

More details
WpActionLinkContent Guidelines