"Gue nggak bakalan biarin cewek kayak lo tenang di sekolah ini!"
Hanya karena penampilan Ashila yang dianggap 'nggak banget' semua orang jadi menganggapnya bagai sampah, mereka tak segan berucap kasar di depan cewek itu tanpa sedikitpun merasa bersalah.
Mungkin Ashila bisa diam menerima perlakuan yang demikian, tapi tidak dengan sahabatnya, Della.
Della sanggup menantang seluruh sekolah demi membela Ashila, termasuk pacarnya sendiri Rion yang jelas-jelas mendukung Erka untuk merendahkan Ashila di hadapannya.
Namun, apakah semua itu bertahan saat pandangan Erka pada Ashila berubah?
Start : 6 Oktober 2019
End : -
(19+)
Ini bukan tentang kisah cinta jarak jauh, melainkan tentang logika dalam mencintai.
***
Shanaya Kaifa adalah pelajar muda yang sangat giat juga tekun dalam belajar. Tergila-gila pada novel dan mengidolakan seorang penulis terkenal. Sekilas, hidupnya terlihat indah serta normal, akan tetapi, banyak luka dan penderitaan yang dia tangung seorang diri. Hingga takdir menyeretnya untuk bertemu dengan sang idola, awalnya ia sangat senang, sebelum berubah sedih karena semua hal tak seindah yang dibayangkan.
Dia pergi, mengubur semua mimpinya serta kembali pada kenyataan. Memilih giat belajar dan bekerja keras guna mewujudkan tujuannya sendiri. Melupakan hal yang sedari awal menjadi cita-citanya.
#
Mobil yang dikendarai Axel melaju kencang di jalan raya. Tidak peduli hujan deras dan jalanan licin tetap terus menambah kecepatan, bahkan beberapa kali menerobos lampu merah demi segera tiba di tempat tujuan. Hingga pada perempatan lampu merah muncul sebuah truk berkecepatan tinggi. Axel kaget, menekan pedal rem sekuat tenaga agar terhindar dari kecelakaan. Mengakibatkan mobilnya tergelincir serta berguling di aspal sebelum terbalik. Sedangkan kondisinya terluka parah dengan sekujur badan berlumuran darah.
Bruuk ... druaak ... duaar
Kepala Axel terasa sangat sakit, pandangan matanya kabur dengan kondisi badan tak dapat bergerak. Ia mencoba berteriak meminta pertolongan, tetapi suaranya tertahan di tenggorokan. Hanya mampu merintih pelan, berharap masih memiliki kesempatan untuk berjumpa dan meminta maaf pada kekasihnya.
"Shanaya ... maafkan aku." Sesudah itu semuanya menjadi gelap. Axel kehilangan kesadaran dan mengalami pendarahan hebat pada beberapa anggota badan.