Salaga dan Samara,nama yang begitu mirip,memiliki awalan huruf "S" sebagai kemiripannya.
Mereka adalah dua insan sahabat,yang hampir mustahil bila di pisahkan,karena sudah saling ketergantungan dan menyayangi satu sama lain.
Tetapi,naas suatu kejadian pilu terjadi yang mengakibatkan salah satu dari mereka kehilangan memori masa kecilnya.Setelah kejadian menyedihkan tersebut,mereka dipaksa berpisah.Dan ber akhir menjadi dua individu asing,seperti tidak pernah mengenal satu sama lain.
"Kebanyakan orang mengatakannya rindu,tapi aku sendiri tidak tahu,rindu itu berasal darimana dan untuk siapa?" - S
"Pernah merasa dimana kamu benar-benar ingin melupa,tentang satu nama yang tak juga hilang dari kepalamu? Aku sedang." - S
Shaza merasa sudah gila ketika menuruti permintaan orang tuanya untuk menikah demi mendapatkan restu berkuliah di luar kota. Lebih gilanya lagi, dia akan menikah dengan mantan tunangan Shania-kakaknya yang telah meninggal dunia.
Shazana Nareswari tidak mungkin melepaskan mimpi yang telah ia perjuangkan dua tahun, tidak juga ingin menjalin hubungan dengan laki-laki yang terakhir kali dalam ingatannya sedang menangis di pemakaman perempuan lain. Di tengah kebimbangan, Pradnya Rahandika Wardhana datang memberikan solusi penawaran kontrak pernikahan. Tanpa berpikir panjang, Shaza menyetujuinya: menjadi pasangan suami istri sampai lulus kuliah.
Dia yakin, bersama Prad, menjalanin pernikahan kontrak tidak akan sesulit yang dibayangkan. Lagi pula, dari kontrak hingga perjanjian yang ia ajukan, Shaza adalah pihak paling diuntungkan. Namun, semesta selalu punya cara untuk mengejutkan. Semakin lama, garis yang memisahkan batas perjanjian dan kenyataan mulai memudar. Shaza pun dihadapkan pada dilema: apa yang akan terjadi ketika semuanya tidak lagi sesederhana yang ia bayangkan?