Promise.

Promise.

  • WpView
    Reads 753
  • WpVote
    Votes 162
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 12, 2019
Radit datang dengan dinding es yang dia miliki tetapi entah mengapa saat bertemu ayra dinding es itu mencair menjadi cinta yang bisa menghangatkan hati Ayra lalu membawanya seperti di langit lalu seketika Radit pergi meninggalkan semua KENANGAN dan JANJI tentunya!. Seakan mengundang luka dan berlumuran darah yang tak kasat mata cinta ini membuat Ayra menjadi wanita tangguh menghadapi semuanya bukan dengan air mata lagi tapi resikonya hati ini hancur berkeping-keping saat tau cerita sebenarnya sangat menyiksa tetapi emang ini jalannya. 'Tuhan tau cara membuat janji itu jadi nyata.' ******** #15 kakakelas (12-04-19)
All Rights Reserved
#741
janji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines