Sepihak
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 6, 2020
Apa aku salah bila hanya ingin tahu tentangnya, bukan aku curiga aku hanya tak ingin kehilangan. Dia populer di mataku dan semuanya, dia dengan mudah bisa mendapatkan apa saja, sedangkan aku mati-matian untuk dapat perhatiannya. Namun apakah dia peduli? Bahkan ketika aku marah, dia diam tanpa kata maaf, apakah ini yang dinamakan cinta? Ohh lebih tepatnya cinta sepihak. Aku kira ini akan berakhir bahagia, tapi sama seperti yang lalu, berakhir dengan luka yang sama bahkan lebih parah.
All Rights Reserved
#254
toxicrelationship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Before Goodbye
  • my possesif Buchi
  • finally mate also
  • Backstreet
  • Irene (On Going)
  • Verronica (COMPLETED)
  • Another Me
  • GHATAN
  • TAK BERSAMBUT

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines