Sajak Diri Kepada Angkasa

Sajak Diri Kepada Angkasa

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 26, 2018
WpInfo
Poetry
Sajak sebuah kisah... Sebuah kisah Diri bersajak kepada Angkasa seorang diri. Tanpa canda juga tawa. Hanya bernafaskan batin yang menguap menyatu dengan udara. Seorang Diri... Seorang diri bercakap lembut tak bersuara mengharapkan Keluarga Langit mengambilnya dan menjadikannya Diri yang sesungguhnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • BALADA EZA FAMILY'S [ Complete✔ ]
  • Lemon Tea
  • 365 Lembar [END]
  • Adek Abang || END
  • Impian Yang Selama Ini Kini  Menjadi Kenyataan (SUARA HATI FSAA)
  • Jodoh Gak Akan Kemana || un1ty  [END]
  • diary pertengahan✓

"Ada napas yang tertinggal di masa lalu. Larasati hanya perlu mendengarkannya." Larasati selalu merasa asing di dunia yang ia pijak-seperti ia pernah hidup di tempat yang berbeda, pada waktu yang tak bisa dijelaskan. Dalam diamnya, ia menyalakan lilin... dan dari nyala itu, masa lalu mulai berbicara. Suara-suara dari kehidupan sebelumnya datang perlahan: tentang seorang tabib wanita yang merawat bayi dan jiwa manusia, tentang putri seorang Tumenggung yang tak pernah dikenang sejarah, dan tentang lelaki bernama Raka yang jiwanya terasa begitu akrab. Saat ingatan mulai terungkap satu demi satu, Larasati harus memilih: melupakan semuanya... atau mengikuti bisikan yang menuntunnya pulang. Larasati: "Raka, aku merasa ada yang lebih dari sekadar lilin ini. Sepertinya, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam... sesuatu dari masa lalu." Raka: "Aku merasakannya juga. Seperti kita pernah terhubung, meski kita tidak tahu bagaimana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines