Partner in Fetter

Partner in Fetter

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 29, 2018
"Apa yang akan kau pilih? Menghentikan perasaan atau menunggunya berbalik ke arahmu?" -Kalila Adnan. Katanya hanya diam saja tak akan membuatnya mengerti, karena tidak semua orang bisa membaca sandimu. Tapi biarlah, semua akan baik-baik saja, aku pun tak sanggup bila harus berubah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • CUTE GIRL {Completed}
  • Sakura di Bulan Juni  (Complete)
  • EPIPHANY
  • Karena Kamu Rumahnya
  • The our story(on going)
  • Junara
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Amour (COMPLETE)
  • Ku Tunggu Kau Putus

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines