Love and PRANK

Love and PRANK

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 7, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Woi lembu buruan anjiirr. Lu cemen bat dahh. Cepetan elahh" "Iya cepetan atuh" "Cepetan elahh lu mahh... dasar chicken huuuuuh....." "Sekate kate kalo nyinyir. Berani lah gue, cman chat doang juga" berani berani palalu kotakk. Sumpah demi dewa neptunus yg nggak pernah mandi gue udah pingin nangis bat inii. Gila aja temen temen gue masa nyuruh gue ngeprank temen kecil gue. Kan bang*at. 'Berani aspi berani. Jadilah seperti pemain bokep yg pemberani' batin gue. Oke keputusan udah pinal ini mah. Gue bakalan ngeprank temen gue. Nggak tai eh tau maksudna hehe. Nggak peduli gue mahh bodo amat lahhh gue bakal ngeprank.titik. Ya allah selamatkanlah hamba laknatmu inih dari dingin eh panas maksudna. Dari panasna api neraka. Aamiin
All Rights Reserved
#68
prank
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reynand & Joya | END
  • Janji Sepasang Bintang (SELESAI)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • LOVE STORY QIANARRA
  • My Tetangga My Friend [LENGKAP]
  • Strong Girl Michella (END)
  • East sky first love
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Bersamamu

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)

More details
WpActionLinkContent Guidelines