Im Muthia
  • WpView
    LETTURE 142
  • WpVote
    Voti 21
  • WpPart
    Parti 6
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, ott 31, 2018
Aku ga suka sesuatu yang berhembus. Kecuali satu, Kematian. Kalau kalian lupa, Aku ingatkan, Aku 'bermain' Kasar -Haidar Muthia Alkadewi- Gadis itu memang lihai dalam masalah pembunuhan dikota sekecil itu. orang-orang tentu tidak menyangka, gadis yang dikenal ceria, punya perkerjaan fantastis yang bahkan bermain-main dengan resiko. Karena celah kecil-pun dapat menimbulkan potensi bencana. Just Iqro'
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Behind The Smile
  • Where am I?
  • sebilah pisau waktu
  • Silent Rose.  (Complete)
  • The Dark Side(END)
  • B͇l͇i͇n͇d͇ ͇W͇o͇m͇a͇n͇ // (selesai)
  • I'm (X) Psycho
  • ARNWOLF (END)
  • The Sweet Dolls
  • Psychopath Girl'S

Ini tentang Shaila, yang mengalami gangguan kesehatan mental dan berulang kali mencoba bunuh diri. Shaila suka membuat onar, melemparkan kalimat menyakitkan, lalu bersikap seolah tak ingat apa-apa. Hingga suatu hari ia mengalami teror mengerikan dan sejak saat itu kenangan buruk di masa lalunya terus berputar seperti kaset rusak. Kenali juga, Caramel, yang selalu disalahkan dan dibandingkan. Diam-diam Caramel gemar merokok bahkan mengonsumsi alkohol. Diam-diam juga, Caramel sangat takut pada keramaian. Kalian pun akan bertemu Fathia, yang selalu mengenakan masker karena rasa tak percaya diri dengan wajahnya yang berjerawat. Sering mencintai dengan tulus, tapi tak pernah dicintai kembali dengan tulus. Terakhir, Eveline, yang selalu dijadikan bahan lelucon karena tubuhnya besar. Hingga jatuh hati pada seorang lelaki dingin dan penggila game membuat Eveline bertekad untuk merubah dirinya. Setiap orang memiliki rahasia yang tak boleh diketahui dunia, kenangan buruk yang tak mau diingat dan rasa sakit yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jadi ... topeng apa yang mereka gunakan untuk menutupi masalah? Jika topeng itu hancur, mana yang mereka pilih; menyatukan kembali puing-puing topeng dan tak memberi jeda untuk menangis atau menyerah karena kalah dalam kepura-puraan?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti