DJAYA!
  • WpView
    Reads 570
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 22, 2018
"Bang Reno, maaf bang mau Tanya" "Iya, kenapa?" "Bang Djaya jagoan sini ya?" "Kalau lu sebut dia jagoan, dia gak akan mau, yang ada lu malah diacuhin sama dia. Tapi cukup tanamin ini di otak lu, dia adalah orang yang menjunjung tinggi nilai keadilan, bila suatu hal ada yang salah dan gak adil, dia yang akan berdiri paling depan, memposisikan dirinya sebagai Tameng sekaligus Pedang yang akan menghadang sekaligus menghancurkan hal tersebut. Dia yang tidak akan mati, walaupun dicaci maki oleh seluruh negeri." Djaya Aksara, pemuda berdarah Betawi dan Sunda, yang selalu menjadi tumpuan orang-orang terdekatnya dalam melakukan berbagai macam hal. Politik kampus salah satunya. Ini bukanlah sebuah cerita Gila Rasa dari Djaya, namun cerita sebenarnya, dari orang terdekatnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUMI
  • Jeana & Juan
  • Mak Comblang Kena Batunya
  • Hopeword : The Dreams
  • Jatinangor & Cerita || NCT
  • Naya
  • Haunted dormitory [END]
BUMI

[BELUM REVISI] Bumi Bratadikara Nayaka adalah seorang mahasiswa semester empat yang mencoba menata ulang hidupnya di Jatinangor, sebuah kota kecil di pinggiran Bandung yang tenang dan penuh nostalgia. Bagi Bumi, kota ini bukan sekadar tempat kuliah-tapi tempat pelarian, tempat menyembuhkan luka yang ditinggalkan oleh seseorang dari masa lalu. Namun, hidup tak pernah benar-benar memberi jeda. Awal semester lima, Bumi dihadapkan pada kenyataan yang tak pernah ia bayangkan: pertemuan kembali dengan gadis yang menjadi alasan ia meninggalkan kota kelahirannya. Gadis yang pernah ia cintai begitu dalam-dan yang kisahnya terhenti karena kesalahpahaman yang tak pernah mereka selesaikan. Pertemuan itu terjadi dalam suasana tak terduga-acara orientasi mahasiswa baru. Ia sebagai panitia, gadis itu sebagai peserta. Dunia mereka kembali bersinggungan, meski kini dari sisi yang berbeda. Dalam riuhnya kegiatan kampus dan padatnya jadwal, Bumi mulai tenggelam dalam gejolak rasa yang tak bisa ia kendalikan. Kenangan lama muncul satu per satu, mencampur aduk antara penyesalan, harapan, dan pertanyaan besar yang belum terjawab: Apakah ia benar-benar sudah siap membuka hati untuk seseorang yang baru? Ataukah perasaan lama itu terlalu kuat untuk diabaikan? Ini adalah kisah tentang pertemuan yang tak pernah diduga, luka yang belum sembuh, dan cinta yang mungkin tak pernah benar-benar pergi. ____________________________________ ⚠️Banyak mengandung kata umpatan, dan adegan kekerasan

More details
WpActionLinkContent Guidelines