LABIRIN vs FATAMORGANA

LABIRIN vs FATAMORGANA

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 28, 2018
Tempat itu memang tak banyak dikunjungi banyak orang. Tapi dalam kehidupan ini, sejatinya para manusia tengah menjalani sebuah labirin raksasa. Mencari jalan keluar dan merasakan setiap hasil yang pernah ia perjuangkan. Semua yang kalian, aku, dan kita lakukan di dunia ini sejatinya tidak lain adalah karena Tuhan masih memberikan kesempatan pada kita untuk tetap hidup. Merasakan setiap jengkal keindahannya. Semuanya tersaji dengan begitu sempurna. Tak ada cacat sedikitpun. Asal mau bersyukur. Kehidupan ini pasti akan terus membaik seiring berjalannya waktu. Tentu saja, semua itu hanya soal jarak dan waktu. Labirin kehidupan akan terus berputar menemani kehidupan manusia. Hanya mereka yang berhati-hati yang bisa memecahkan semua rahasia yang ada pada sebuah, Labirin kehidupan.
All Rights Reserved
#541
nasihat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • My Home [Hujan Series]
  • Bulan Dan Bintang
  • Visual Penggerak Pena [Kumcer]
  • REVANARA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Destiny [COMPLETED]
  • Story Between Two "HOME"

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines