Tanpa Benci

Tanpa Benci

  • WpView
    Reads 372
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sun, Jun 21, 2020
'Derita tanpa kata' mungkin bisa mewakili prolog yang akan aku sampaikan. Melalui aku, akan aku sampaikan cerita sahabat aku disini, Septi. Jangan pandang bagaimana tulisan yang tak indah ini, karena aku bukan sosok pen-sastra. Pandangla bagaimana aku sampaikan dengan suka duka cita hatinya Septi. Sehingga dia izinkan aku mempublishnya disini. Sejak aku disadarkannya baru-baru ini, mata hatiku serasa ada yang memaksakannya utk terbuka. Ternyata dibalik tawanya ia menyimpan kesedihan dan derita yang bertubi-tubi. Tumpukan yang berbentuk hati berdegub kencang seperti ditampar. Sambil ia cerita tanpa melihat dan menghadap aku, hati aku sudah dibasahi oleh hujan badai. Dalam hati, "Ya Tuhan.. begitu kuatnya dia.. Mulai sekarang aku akan menuliskan kisah beliau. Sosok kuat, tapi tak terlihat.. Sosok lemah, tapi tak terbukti.. Dia Septi. Mengajarkan aku arti kejujuran dan keterbukaan. Mengajarkan aku arti kebahagiaan dan kesedihan. Jalan dan Hidup
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Full Of Scratches
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • PAPERFLAKES
  • Behind the Silence
  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • MY LAST DECEMBER

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines