Bilangan Cinta Pak Pengacara

Bilangan Cinta Pak Pengacara

  • WpView
    Reads 10,966
  • WpVote
    Votes 554
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 18, 2019
NB : First story on wattpad (bukti keamatiran author) Cerita ini akan di REVISI secara Bertahap "saya bersedia menjadi pengacara kamu di persidangan nanti tapi, ada satu syarat yang harus kamu penuhi jika kamu ingin mendapat pembelaan dari saya. " Gadis itu menatap mata pria yang berada di depannya dengan tatapan yang tak kalah serius dari pada pria itu. "saya tidak butuh pembelaan anda saya yakin dan percaya kebenaran pasti akan terungkap karena saya memang benar-benar tidak melakukan hal sekeji itu. " Dengan suara yang tertahan si pengacara itu mendekatkan wajahnya ke hadapan gadis yang ingin dia manfaatkan itu dan membisikan sesuatu yang membuat gadis itu melotot dan menjauh darinya. "kau harus ingat bagaimana perasaan ibumu di kampung jika tau anak gadisnya telah menjadi ayam kampus"pria itu berkata dengan nada sedikit mengancam. Seolah mendengar petir di siang hari.Ia tak pernah membayangkan jika ibunya yang bisu itu tau tentang apa yang menimpanya saat ini,betapa terluka hatinya.
All Rights Reserved
#309
warisan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • syanin
  • Angel To Raya (END)
  • Single Moms (End)
  • Love Is You (Tamat)
  • [3] Miracle Pill Maker Bullies the Boss [DISCONTINUED]
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • C I N (T) A (COMPLETE)

"Nggak ada perempuan yang baik yang mau sama pasangan orang!" Teriak Keira menatap sengit ke arah Bagas. "Kei!" Teriak Bagas membalas teriakan Keira. Disini Bagas yang salah, bukan perempuan kecil yang tengah ia gandeng bahkan perempuan kecil itu sekarang ketakutan bersembunyi di belakang tubuh Bagas. "Apa karena pernikahan kita berawal dari perjodohan kamu bisa seenak jidatnya membawa dia pulang?" Tangan Bagas yang bebesa memijat keningnya, ia tahu jika masa lalunya akan terkuak juga. Bagas disini bukan tidak menghargai Keira tapi ia tidak tahu hal apa yang harus ia lakukan. "Pelankan suara kamu Kei. Dia tidak bersalah." Pinta Bagas dengan nada sedikit mengiba. "Lantas kenapa dia ada disini? Kemana jal*ng kamu itu?" Keira sadar saat ia menikahi Bagas, Bagas memang masih memiliki kekasih. Tapi tidak harus membawa ekornya ke dalam pernikahan yang baru menginjak usia empat tahun ini, bukan? "Keira, stop bicara kasar. Lebih baik kamu masuk kamar. Aku mau mengantar Lala ke kamarnya." Putus Bagas dengan melangkah masuk ke dalam kamar yang dulunya ditempati tamu. "Kamu memang kelewatan Mas. Aku sadar jika aku belum bisa memberikan kamu anak, tapi jangan pakai cara seperti ini." Selesai mengatakan itu Keira bergegas ke kamar utama, ia membanting pintu sekerasnya. Langkahnya menyapu ruangan yang banyak memberi kenangan manis dengan Bagas, kedua tangannya mengambil koper dan menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa pulang. Harga dirinya sangat tinggi, jadi saat Bagas membawa anak itu kesini maka dirinyalah yang harus pergi. "Apa-apaan kamu, Kei." Bagas yang selesai menidurkan Lala sontak terperanjat dengan keadaan kamar tidurnya yang sudah seperti kapal pecah. Jangan tanyakan apa yang dilakukan Keira. Melangkah keluar, ia mengusap sisa air matanya. "Aku mau pergi dari sini, dan kamar ini seperti ini sama seperti hatiku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines