
Naya, gadis berwajah cantik itu resah. Siapa yang telah mengirim kertas berisi puisi-puisi cinta di meja kelasnya akhir-akhir ini. Setiap dia bertanya pada teman-temannya, yang ada malah kena ledek. "Cieeee, Naya, " Bahkan teman sebangkunya pun tak tahu siapa secret admirer sobatnya itu, apalagi dia selalu datang mepet waktu, istilahnya nih, belum mendengar Pak Anto mencet bel, dia belum nongol di kelas. "Uugh, segitunya pengen tahu." goda teman sebangkunya. Bukannya ikut bantu, malah ikut-ikutan ngeledek. Kan sebal. Keresahan Naya bukan hanya itu. Melainkan ada hal lain yang Ibu nya tutupi darinya. Apakah itu?All Rights Reserved
1 parte