Mengetuk Langit

Mengetuk Langit

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 29, 2018
Naya, gadis berwajah cantik itu resah. Siapa yang telah mengirim kertas berisi puisi-puisi cinta di meja kelasnya akhir-akhir ini. Setiap dia bertanya pada teman-temannya, yang ada malah kena ledek. "Cieeee, Naya, " Bahkan teman sebangkunya pun tak tahu siapa secret admirer sobatnya itu, apalagi dia selalu datang mepet waktu, istilahnya nih, belum mendengar Pak Anto mencet bel, dia belum nongol di kelas. "Uugh, segitunya pengen tahu." goda teman sebangkunya. Bukannya ikut bantu, malah ikut-ikutan ngeledek. Kan sebal. Keresahan Naya bukan hanya itu. Melainkan ada hal lain yang Ibu nya tutupi darinya. Apakah itu?
All Rights Reserved
#286
iman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Restart ✔
  • ALDEN'S (Selesai)
  • Dear, Kakak Kelas
  • Prestige
  • ALDINAYA [Sudah Terbit]
  • INSECURE (On Going)
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Oh, My Sugarman
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]

Ditulis mulai 2016, bahasa belum terlalu rapih. [COMPLETED] Bercerita tentang seorang gadis yang selalu percaya pada apa yang disebut harapan. Seorang gadis yang tidak pernah menyerah dan selalu menunggu seseorang yang bertahun-tahun selalu mengisi harinya. Dia, Anayya Almaira terlalu bodoh karena jatuh hati pada sahabat terbaiknya. Di satu sisi, Ardheka Yuvian. Seorang laki-laki yang tak pernah mau mengakui perasaanya karena terikat pada satu kata yang disebut 'persahabatan'. Entah apa alasannya, semenjak kejadian itu ia membenci Anayya Almaira. Namun takdir berkata lain, siapa yang tahu bahwa ia juga akan jatuh hati pada sahabatnya? Namun semua percuma karena tak ada satu pun dari mereka yang mampu mengungkapkan. Anayya Almaira yang tak pernah menyerah menunggu dan Ardheka Yuvian yang tak pernah pandai mengakui perasaan. Bagi Nayya, Dika adalah satu diantara sekian ketidakpastian yang selalu ia semogakan. Bagi Dika, Nayya adalah satu-satunya orang yang mengajarinya kadang hidup tak selalu tentang mendapatkan, tapi juga merelakan. Cerita ini kupersembahkan untukmu yang tak pernah usai pada penantian dan tak pernah ragu akan harapan © 2016-2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines