We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Summer Rain

Summer Rain

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 10, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kuremas pasir di kedua telapak tanganku, sembari mencoba mengingat kembali sisa-sisa rasa tanganmu. Aku ingin menggenggamnya lagi, merasakan hangat dan lembutnya jemarimu. Hangatnya pasir pantai dan dinginnya air laut pernah menjadi hal yang paling kusuka. Namun, sekarang hanyalah sapuan lembut ujung jemarimu di punggun tanganku yang menduduki peringkat pertama dalam daftar hal-hal yang kusuka. Kau telah membantuku menjadi diriku sendiri, kau menyembuhkan lukaku. Namun pada akhirnya kau juga yang menjadi mata pisau dan merobekku di sisi yang lainnya. Musim panas kali ini akan menjadi musim panas yang tak akan pernah kulupa.
All Rights Reserved
#104
normal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BERDANSA DENGAN MAUT
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • FARHAN [End]
  • Dia Hujan dan Cinta Pertama
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • KAYLA : I DESERVE TO BE LOVED
  • ARKASYA

Mencintai dan dicintai, dua kata itu meski berbeda makna tetaplah dua kata yang harus berbalas satu sama lain, karena jika tidak akhir dari kata itu adalah kecewa. Aku adalah seorang gadis yang memiliki penyakit aneh, tiba-tiba seluruh tubuhku terasa sakit seperti terpotong-potong menjadi beberapa bagian, kemudian darah keluar dari setiap jari-jari kuku tangan dan kakiku. Rasanya bagaimana, sungguh jangan ditanya, aku tak bisa menjelaskan dengan kata-kata. Hidupku mungkin juga tidak akan lama. Karena penyakit ini, aku mengibaratkan diriku sedang berdansa dengan maut, pada suatu ketika malaikat maut akan menghentikan dansanya denganku, bukan karena aku lelah bertahan namun karena waktuku telah habis. Musim dingin pertama di Korea membuatku bertemu dengan seorang pria yang begitu sempurna, aku menamainya Pria Sarung Tangan, karena dia telah menolongku saat rasa sakit memotong setiap bagian tubuhku, sarung tangan yang diberikannya padaku membuatku ingin menyebutnya dengan panggilan tersebut. Bagiku, ada hal yang spesial dari Si Sombong Beku yaitu pelukannya bagaikan perisai, saat dia memelukku benar-benar merasa terlindungi dari rasa sakit yang selama ini seakan membunuhku berkali-kali. Takdir juga membuatku bertemu sosok pria yang sangat tampan, namanya Kim Ji Mi, bagiku dia memang seperti malaikat, manusia yang memiliki aura musim panas, hangat dan menyenangkan, menebarkan bahagia dihari-hariku yang sakit, membuatku selalu tersenyum menikmati sisa waktuku, Tentu saja sangat berbeda dengan Jung Yong Hwa, pria beraura musim dingin itu sungguh sangat menyebalkan. Si pengusaha muda kebanggaan Korea itu, adalah seorang tuan dermawan baik hati yang dikenal dunia, tapi bagiku dia tetaplah manusia berhati es, tak berperasaan dan benar-benar kejam, aku sangat ingin membencinya, jika saja bisa...!

More details
WpActionLinkContent Guidelines