Summer Rain

Summer Rain

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 10, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kuremas pasir di kedua telapak tanganku, sembari mencoba mengingat kembali sisa-sisa rasa tanganmu. Aku ingin menggenggamnya lagi, merasakan hangat dan lembutnya jemarimu. Hangatnya pasir pantai dan dinginnya air laut pernah menjadi hal yang paling kusuka. Namun, sekarang hanyalah sapuan lembut ujung jemarimu di punggun tanganku yang menduduki peringkat pertama dalam daftar hal-hal yang kusuka. Kau telah membantuku menjadi diriku sendiri, kau menyembuhkan lukaku. Namun pada akhirnya kau juga yang menjadi mata pisau dan merobekku di sisi yang lainnya. Musim panas kali ini akan menjadi musim panas yang tak akan pernah kulupa.
All Rights Reserved
#82
summer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Pluviophile And Memories
  • Kisah Semusim
  • Dibalik Topeng Kebahagiaan
  • BERDANSA DENGAN MAUT
  • Dia Hujan dan Cinta Pertama
  • THE CLIMB [Completed]
  • FARHAN [End]
  • ARKASYA

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines