Triple XL Ove
Hidup Yoan terasa biasa saja, seperti garis lurus yang datar, monoton, dan tanpa warna. Ia adalah gadis berparas cantik, bertubuh tinggi, dengan lekuk tubuh yang gempal berisi. Bukannya tidak bersyukur, bagi Yoan, fisik itu bukanlah anugerah, melainkan penjara yang membatasi langkah dan kebahagiaannya.
Luka yang ia dapat dari masa lalu telah mengakar begitu dalam hingga menjelma menjadi rasa minder yang sulit ia lepaskan. Ia tumbuh menjadi pribadi yang sangat sensitif terhadap bentuk tubuhnya, memilih menutup diri dari dunia, dan mematikan setiap harapannya akan cinta. Baginya, berteman dengan lawan jenis saja terasa seperti kemewahan yang mustahil diraih, apalagi berharap ada seseorang yang mampu menerima dirinya sepenuh hati. Ia terlalu takut pada penolakan yang bisa kembali membuka luka lama.
Hingga suatu hari, seorang pria hadir dan perlahan menjungkirbalikkan dunianya. Berbeda dari kebanyakan orang, pria itu tidak memandang Yoan dengan tatapan menghakimi ataupun rasa risih. Ia melihat Yoan sebagai sosok yang utuh-dengan ketulusan yang belum pernah Yoan rasakan sebelumnya.
"Tenanglah, cantik itu nggak melulu soal fisik."
Kalimat sederhana itu menjadi pengingat yang terus hidup di dalam hati Yoan. Ia mulai belajar menerima dan mensyukuri setiap jengkal dirinya. Sedikit demi sedikit, rasa percaya dirinya tumbuh. Dan itu membuat Yoan berani membuka hati, jatuh cinta, dan menggantungkan harapan pada masa depan yang selama ini terasa mustahil.
Hidup rupanya tak semudah itu mengizinkan Yoan merasakan bahagia. Tepat ketika hatinya mulai mekar, satu per satu badai datang menguji langkahnya. Kini, saat pria itu tetap setia berdiri di sisinya, mampukah Yoan mengalahkan ketakutan yang selama ini membelenggunya dan bertahan menghadapi setiap rintangan yang datang?
Selamat datang dan selamat membaca yaa..
Semoga suka. Jangan lupa Vote, Koment dan Sarannya.
Love.
Gurami Lee
06 Mei 2018.