MEMORIES ( AN ILLUSION )

MEMORIES ( AN ILLUSION )

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 24, 2021
Sebuah rasa yang melebur menjadi cinta , dan hilang bagai kenangan . Aku tak ingin merasakan rasa yang seperti ini , mendengar suara mu, merasakan sentuhanmu , namun semua yang terjadi ternyata hanya sebuah ilusi. Berat memang saat kita benar - benar sayang bahkan cinta kepada Dia, namun ternyata Dia hanya menjadikanmu sebagai alat untuk sebuah tujuan. Saat dia bersandiwarapun aku masih berpura - pura kuat , namun saat suatu hal didalam diriku mulai muak dan aku sudah memilih untuk menyerah dengan hubungan kita , aku memilih pergi bersama dengan kenangan kita , kenangan yang akan ku sukai dan ilusi yang kubuat yang sangat tidak ingin ku lepas. Dan pada saat itulah ilusiku berubah menjadi nyata saat dia tepat berada di depanku, bukannya senang aku malah takut , aku merasa tidak mampu untuk melanjutkan lagi , Tuhan kenapa seakan kebahagian tidak berpihak padaku...? Ya , aku takut karena dia muncul tidak sendiri , bersama dengan seorang wanita . Dan aku tak ingin tau siapa dia , yang pasti ilusi yang ku bangun dengan tema kebahagian hancur berubah menjadi kesedihanku. Siapapun tolong aku ...??
All Rights Reserved
#876
memories
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (Bukan) Keluarga
  • Antara Aksara dan Kata
  • Mantan Housekeeper Bos! (Housekeeper Series)
  • IKHLASKU DALAM DUKA
  • Mahligai Sunyi
  • Di Antara Kita (END)
  • Another Me
  • Hug me! (my lady)
  •  Aku Dia dan Dia

Sequel 'Umi untuk Putraku' __________________________ Dulu, ia menikah dengan seorang duda berbuntut satu. Namun, sekarang ia men-janda. Tertinggal putra putrinya yang menjadi kunci ia bersemangat. Keduanya pula yang menjadi alasan kuat ia berusaha bangkit dalam kesenduan. Pikirnya semua akan baik ketika hatinya telah tertata apik setelah mengikhlaskan sedikit kepergian sang suami. Kenyataan berbanding terbalik. Awalnya semua baik, sangat baik. Sampai ia dijatuhkan oleh perasaan yang ia pikir baik. Semua kembali seperti dulu. Ketika ia dipinang almarhum sang suami dan memiliki putra sambung yang saat itu belum menerimanya. Ia harus berperang kembali merebut hati sang putra. Namun, bedanya tak ada sang suami yang menyemangatinya. Dengan hati yang masih berusaha mengikhlaskan almarhum sang suami, ia harus menggunakan sisa hatinya untuk melunakkan hati putranya yang tiba-tiba kembali mengeras entah karena apa. Ketika dulu sang suami melarangnya untuk bekerja, kini ia harus memaksa tulangnya untuk bekerja keras. Bukan hanya satu atau dua pekerjaan yang ia lakukan, tapi banyak pekerjaan yang dilakukannya. Tak ada waktu luang baginya. Hari-hari hanya ada kerja, kerja, dan kerja. Dengan menggendong sang putri ke mana pun langkahnya membawa. Semua demi sang putra yang berubah layaknya singa kelaparan. Pun dengan putrinya yang turut menjadi takut tiap kali melihat sang kakak. "Tak peduli badanku hanya tersisa tulang dan kulit. Apapun akan kulakukan untuk putraku." "Tak peduli badanku kurus kering tak terawat. Apapun akan kulakukan asal putriku bisa makan dengan kenyang." Kisah akan dimulai. Bagaimana single parent rapuh itu menjalani hidup barunya ...? SELAMAT MEMBACA:) Cover: Pinterest+Canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines