MEMORIES ( AN ILLUSION )

MEMORIES ( AN ILLUSION )

  • WpView
    LECTURES 26
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., sept. 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah rasa yang melebur menjadi cinta , dan hilang bagai kenangan . Aku tak ingin merasakan rasa yang seperti ini , mendengar suara mu, merasakan sentuhanmu , namun semua yang terjadi ternyata hanya sebuah ilusi. Berat memang saat kita benar - benar sayang bahkan cinta kepada Dia, namun ternyata Dia hanya menjadikanmu sebagai alat untuk sebuah tujuan. Saat dia bersandiwarapun aku masih berpura - pura kuat , namun saat suatu hal didalam diriku mulai muak dan aku sudah memilih untuk menyerah dengan hubungan kita , aku memilih pergi bersama dengan kenangan kita , kenangan yang akan ku sukai dan ilusi yang kubuat yang sangat tidak ingin ku lepas. Dan pada saat itulah ilusiku berubah menjadi nyata saat dia tepat berada di depanku, bukannya senang aku malah takut , aku merasa tidak mampu untuk melanjutkan lagi , Tuhan kenapa seakan kebahagian tidak berpihak padaku...? Ya , aku takut karena dia muncul tidak sendiri , bersama dengan seorang wanita . Dan aku tak ingin tau siapa dia , yang pasti ilusi yang ku bangun dengan tema kebahagian hancur berubah menjadi kesedihanku. Siapapun tolong aku ...??
Tous Droits Réservés
#194
keegoisan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Regrets of Love
  • Mantan Housekeeper Bos! (Housekeeper Series)
  • kanaya (on going)
  • IKHLASKU DALAM DUKA
  • Antara Aksara dan Kata
  • Di Balik Kacamata [END]
  • Di Antara Kita (END)
  • Mahligai Sunyi
  • Another Me

Kamu berhasil menyadarkanku makna cinta yang sesungguhnya. Semua tampak jelas bagaimana caramu menjagaku. Hingga aku mendengar kata yang sudah lama kunanti terucap dari bibirmu. Cinta... Begitulah kedengarannya, sangat manis bukan? Tapi tidak bagiku. Kamu mampu menanam kuat kata cinta dalam hatiku dan membuat kata cinta menjadi hancur. Mungkin bagimu cinta telah lenyap begitu saja terbawa oleh angin, sama seperti jiwamu yang telah hilang di mataku, namun tidak di hatiku. Suatu ketika dia hadir membawa cinta. Aku mulai meragukan apakah cinta benar nyata. Haruskah kubuka kembali pintu hatiku yang telah lama tertutup karena kamu berada didalamnya? Sanggupkah aku melupakanmu dan membuang jauh kenangan yang telah kita ciptakan? Apa mungkin jika suatu saat nanti kamu dan dia berada dalam satu hati yang sama? Sangat disesali jika hal itu benar terjadi. Namun, dia mewujudkan kemungkinan itu dengan caranya sendiri. Akankah kusebut kisah yang Tuhan gariskan adalah penyesalan cinta?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu