Pacar Kontrak | SELESAI |

Pacar Kontrak | SELESAI |

  • WpView
    Reads 256,763
  • WpVote
    Votes 15,206
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadComplete Mon, May 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Mulai sekarang lo jadi pacar kontrak gue titik nggak pake seru.!" "Pokok nya gue nggak mau! sekali gue bilang nggak ya nggak!" "Ok kalo lo emang nolak jangan salahkan gue kalo beasiswa lo di kampus ini bakal berhenti." "Lo nggak bisa seenaknya gini!" "Oh jelas bisa dong, gue Gehan Revi Harttaji cucu pemilik kampus ini bisa lakuin apa aja yang gue mau termasuk buat lo tunduk sama gue. Gimana masih mau nolak?" "Kenapa harus gue? toh di kampus ini banyak cewek cantik yang bisa lo gebet." "Setelah gue fikir fikir lo termasuk kriteria cewek cantik kok." "Ih! pokok nya gue tetap nggak mau dan nggak akan pernah mau!" "Sekalipun lo keluar dari kampus ini? ayolah Dib ini nggak sulit, lo cuma cium gue di depan anak anak kampus dan bikin mereka percaya kalo kita beneran pacaran." "Gehan brengsek!" Gehan tergelak mendengar umpatan Diba kemudian mengetuk bibir nya."Lebih tepat nya disini" -29 September 2018
All Rights Reserved
#1
pacarkontrak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senior
  • FRIENDS AND LOVE [ COMPLETED ]
  • Tingkat Tiga
  • DARLA : Although it's just a game (END)
  • JANUARGHA
  • ON SIGHT (Completed)
  • 365 Day's to Fall in Love
  • Gue Jadi Istri Muda ?
  • [BUKAN] Couple Goals 2
  • Still You (Completed)
Senior

"I have crush on you, La!" Aku mengernyit heran. "Maksudnya?" Bukannya tidak faham dengan arti kalimat yang barusan di dilontarkannya, melainkan aku menolak untuk percaya jika apa yang dikatakannya barusan berarti sama dengan arti kalimat yang di utarakan. "Gue suka sama lo..." Tukasnya dengan wajah serius. "Lo bercanda, Bang?" Lagi-lagi aku masih memastikan karena laki-laki di hadapanku adalah orang nomor satu yang perkataannya tidak bisa aku percayai. Dia mengangguk. Sedangkan aku diam tertegun. "Cie kaget cie..." Aku tidak berbohong jika SEKARANG aku sangat ingin melempari kepalanya dengan batu. Hampir saja aku percaya, dia justru melontarkan kata cie-cie dengan nada mengejek. Sialan! #1 populer

More details
WpActionLinkContent Guidelines